Berita

anis matta

Anis Matta: Jangan Kaitkan Penolakan Kenaikan BBM dengan Koalisi

SELASA, 04 JUNI 2013 | 11:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta minta agar kebijakan partainya menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak tidak dikaitkan dengan koalisi partai penguasa.

Anis mengungkapkan itu usai bersilaturrahmi dengan para tokoh dan ulama Madura di Sampang, Senin malam.

"Jangan hubung-hubungkan penolakan kenaikan BBM ini dengan koalisi. Karena penolakan kenaikan harga BBM ini murni pembahasan di DPR," kata Anis Matta, seperti dilansir Antara, (Selasa, 4/6).


Ia mengatakan, nantinya fraksi PKS secara langsung yang akan menjelaskan detail tentang sikap PKS menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM. "Yang jelas pertimbangan kami, karena untuk keperluan rakyat secara umum," katanya menambahkan.

Mengenai terlalu banyak beban subsidi yang menjadi alasan pemerintah menaikkan harga BBM itu, Anis mengatakan, subsidi tetap dilakukan. Sebab, meski subsidi BBM dicabut, nantinya juga akan diarahkan dalam bentuk lain.

"Jadi kan lebih baik subsidi BBM itu tidak dicabut, toh nantinya juga tetap akan diarahkan dalam bentuk lain," katanya.

Dengan demikian sambung dia, alasan penolakan subsidi itu, karena PKS beda persepsi dengan pemerintah, akan tetapi tidak berarti menyimpang dalam koalisi.

"Sekali lagi, jangan hubung-hubungkan kebijakan PKS menolak kenaikan harga BBM dengan koalisi," katanya menambahkan.

Presiden PKS Anis Matta datang ke Sampang dan bersilaturahmi dengan para ulama dan tokoh masyarakat di Pulau Madura bertujuan memperkuat dukungan, sekaligus sebagai salah satu persiapan menyambut Pemilu 2014.

Dalam kesempatan itu, Anis Matta juga sempat menyampaikan kepada para kader dan simpatisan bahwa jajaran pengurus partai di tingkat pusat, hingga kini tetap solid kendati sedang diterpa musibah politik. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya