Berita

bahtiar effendy

Punya Peluang Menang, Kehadiran Capres Alternatif Gairahkan Animo Masyarakat

JUMAT, 31 MEI 2013 | 06:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Figur-figur calon presiden (capres) alternatif dinilai punyak kans untuk memenangkan Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Dahulu, ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maju sebagai capres dalam Pemilu, popularitasnya juga tidak terlalu tinggi, namun berhasil memenangkan pertarungan.

Demikian dikatakan pengamat politik pengamat politik, Bahtiar Effendy, kemarin, terkait munculnya beberapa capres alternatif, seperti Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan yang dalam beberapa bulan terakhir disebut-sebut bakal maju sebagai capres dan siap mengikuti konvensi Partai Demokrat.

"Gita juga sudah mulai disebut-sebut dalam beberapa bulan terakhir," kata Bahtiar Effendy, yang juga Dekan Fisip UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.


Namun, lanjut Bahtiar Effendy, tantangan yang bakal dihadapi para capres alternatif nonpartai, seperti Gita Wirjawan, Dahlan Iskan, Mahfud MD, Irman Gusman, dan lainnya tidaklah mudah, melainkan harus bekerja ekstra keras. Setidaknya, harus dapat memenangkan tiket pencalonan melalui partai dalam proses konvensi dan meningkatkan popularitas, awareness, serta elektabilitas di mata para pemilih.

"Tugas para capres alternatif ini lebih berat. Tapi, bukanlah mustahil, ketika maju mereka akan dapat memenangkan Pilpres nantinya, tergantung dari strategi dan langkah-langkah pemenangan nantinya," kata Bahtiar Effendy.

Salah satu hal yang juga perlu dipertimbangkan oleh Partai Demokrat dan para capres alternatif, kata Bahtiar Effendy, adalah menawarkan gagasan dan ide-ide alternatif tentang Indonesia masa depan, pembangunan Indonesia jangka menengah, jangka panjang, pembangunan ekonomi, toleransi, pembangunan sosial, politik, dan lainnya.

"Jadi, ide-ide para capres alternatif ini juga adalah ide-ide atau gagasan alternatif tentang Indonesia masa depan," jelasnya.

Pasalnya, pemberitaan tokoh capres dalam dua tahun terakhir masih didominasi oleh muka lama, seperti Aburizal Bakrie, Prabowo, dan Megawati. Namun, hal terpenting yang harus segera dilakukan Demokrat saat ini adalah menjelaskan mekanisme konvensi sehingga para capres alternatif memiliki tekad bulat untuk maju dalam konvensi.

Sehingga, capres alternatif terpilih hasil konvensi nantinya memiliki waktu yang cukup untuk memperkenalkan diri sekaligus meningkatkan dukungan publik dalam pemilu mendatang. "Lahirnya para capres alternatif ini tentu semakin menggairahkan animo masyarakat menjelang Pilpres mendatang," ujarnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya