Berita

hatta rajasa

Hatta Rajasa Dituntut Tuntaskan Proyek MP3EI

RABU, 29 MEI 2013 | 11:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penegasan Menko Perekonomian Hatta Rajasa bahwa arah reformasi sudah on the track didukung. Meski, seperti juga diakui Hatta, ada beberapa yang harus diperbaiki. Tapi yang jelas, inti reformasi adalah untuk kesejahteraan rakyat dan menjadikan negara kuat.

Apa yang disampaikan Hatta Rajasa itu mengingatkan Ketua Umum Garda Muda Nasional (GMN) Kuntum Basa akan awal muasal bangkitnya Asia pada tahun 1860, yang diawali dengan Restorasi Meiji.

Dimana sekelompok reformator ditugaskan untuk meluputkan Jepang dari ancaman dan dominasi Barat yang telah melanda hampir seluruh Asia. Kelompok ini tidak lebih dari 100 anak muda Jepang dibawah komando Kaisar Meiji untuk melihat kebijaksanaan Barat.


Kuntum menjelaskan, hasil restorasi ini kemudian ditiru oleh China dan India dengan menjalankan tujuh kebijaksanaan Barat yang meliputi ekonomi pasar bebas, yang disebut Hatta Rajasa sebagai ekonomi pasar sosial. Ketujuh hal tersebut adalah Sains-teknologi, meritrokrasi, pragmatisme, budaya perdamaian, aturan hukum dan pendidikan.

"Gagasan yang dimotori oleh Hatta Rajasa saya rasa sangat brilian dengan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI), sebagai master plan Indonesia hingga 2025. Namun kita harus ingat bahwa bila hal ini tidak kita sambut, maka ini akan berjalan ditempat dan bangsa kita nanti hanya menjadi bangsa penonton," ungkap Kuntum (Rabu, 29/5).

Dalam Diskusi Terbuka Dari Reformasi Politik Menuju Reformasi Ekonomi, Senin (27/5), ungkap Kuntum, Hatta menyebutkan bahwa hanya 7,5 persen masyarakat Indonesia yang lulusan Perguruan Tinggi; sedangkan lebih dari 70 persen hanya sampai tingkat SMP.

"Bagaimana mungkin kita akan mampu bersaing ditingkat global bila kita tidak melakukan perubahan besar-besaran. Ingat, Indonesia akan masuk pasar bebas tunggal ASEAN pd 2015, berarti tinggl 1,5 tahun lagi," tekan Kuntum.

Karena Hatta orang pertama yang memotori MP3EI, anak-anak muda meminta Ketua Umum DPP PAN itu melanjutkan tongkat estapet kepemimpinan pasca SBY.

"Ingat, beliau capres bukan karena keinginan beliau. Namun karena tuntutan kami sebagai anak-anak muda dan juga masyarakat. Karena beliau harus mempertanggungjawabkan semua apa yang sudah direncanakan terhadap Indonesia hingga 2025," demikian Kuntum, mantan Ketua Umum HMI Cabang Ciputat ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya