Berita

presiden sby

Ruhut Sitompul: Rakyat Indonesia harusnya Bangga Presiden Dapat Penghargaan

RABU, 29 MEI 2013 | 10:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Rakyat Indonesia harusnya bangga Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menerima penghargaan internasional World Statesman Award 2013 dari lembaga Appeal of Conscience Foundation (ACF).

Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul, menyebutkan banyak kepala negara sebelumnya juga menerima penghargaan yang sama. "Mestinya kita harus bangga Presiden kita mendapat itu," ujar Ruhut kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.

Ruhut pun menanggapi penilaian sebagian anggota masyarakat dan LSM yang menyebut Presiden tidak layak menerima penghargaan itu karena masih adanya aksi kekerasan yang dialami oleh kelompok minoritas.


Menurut Ruhut, para pemrotes tersebut tidak membaca sejarah perjalanan Indonesia secara utuh. Saat ini, kata Ruhut, kita berada di alam reformasi, yang berbeda dengan zaman orde baru.

"Inti dari reformasi, harus pro rakyat, jadikan hukum sebagai panglima dan demokrasi dikedepankan. Dimana salahnya Pak SBY. Dia kan melaksanakan semua itu," ungkap Ruhut.

Setiap ada aksi kekerasan yang dilakukan kelompok tertentu di tengah masyarakat, tegas Ruhut, sikap SBY tegas menolaknya. Tapi, SBY menyerahkannya kepada proses hukum.

"Tapi hukum harus dipatuhi. Kekuasaan presiden kan sudah dikurangi. Beda dengan zaman Pak Harto. Boleh SBY ikut campur? Katanya hukum harus ditegakkan," ungkap Ruhut.

Karena itu, Ruhut kesal dengan sekompok masyarakat yang setiap ada kejadian di kabupaten atau kota tertentu, langsung menyebut pemerintah tidak becus."Pemerintah yang mana. Pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen," sergah Ruhut.

Apalagi, masih kata Ruhut, sebenarnya yang harus pertama diminta pertanggungjawaban adalah para kepala daerah tempat kejadian aksi kekerasan tersebut berlangsung. "Sekarang apa-apa Presiden harus bertanggung jawab walaupun kejadiannya di kabupaten atau kota, seperti di Bekasi," tandasnya. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya