Berita

ilustrasi

Pedagang Tuntut DPR Masukkan Pasar Rakyat dalam RUU Perdagangan

RABU, 29 MEI 2013 | 09:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sampai sekarang belum ada payung hukum yang bisa menjadi tempat berlindung saat pedagang mendapatkan musibah.

Makanya, ketika terjadi kebakaran pasar, bersamaan dengannya, hilang pula sejarah panjang perjuangan mereka membentuk pasar. Hilang pula hak-hak kesejarahan mereka sebagai pembentuk “nilai ekonomi pasar”.

"Mereka yang telah membuat nilai ekonomi pasar menjadi demikian tinggi justru diperlakukan sama dengan pedagang baru manakala terjadi revitalisasi pasar. Disini cerita sedih, miris, ironis, bahkan tragis mendentangkan lonceng kematian," ungkap Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri (Rabu, 29/5).


Kalaupun ada Peraturan Presiden (Perpres), lanjutnya, hal itu tidak cukup aman sebagai tempat perlindungan. Karena payung itu hanya untuk memayungi pasar modern. Sementara, kalaupun ada Peraturan Daerah (Perda), dia bukan payung untuk menaungi, tapi payung yang justru dipakai untuk menakuti pedagang.

"Maka, ketika ada RUU Perdagangan, harapan kembali terbersit, asa kembali muncul. Tapia apa yang terjadi? Lagi-lagi bukan payung perlindungan yang ingin diciptakan tapi 'payung-payungan' yang sekedar mainan penglipur lara," jelasnya.

"Pasar tradisional (pasar rakyat) hanya sekadar dimasukkan dalam Ruang Lingkup RUU tanpa ada pembahasan apapun terhadapnya. Apakah pedagang pasar masih kuat untuk terus dilukai, dilukai, dan dilukai?"katanya mempertanyakan.

Karena itu,  hari ini perwakilan pedagang pasar dari berbagai kota/kabupaten dari beberapa Provinsi, datang dan  berkumpul untuk menyatakan sikap Menolak RUU Perdagangan jika pasar tidak diatur di dalamya.

"Tapi jika berkumpulnya pedagang pasar ini mampu mendorong Komisi VI DPR RI untuk memasukkan pasar rakyat sebagai bagian dari RUU Perdagangan, sehingga pedagang pasar mendapatkan payung hukum, maka inilah saatnya pedagang pasar mendapatkan kemerdekaannya, suatu yang seharusnya sudah dirasakan sejak awal kemerdekaan," demikian Abdullah Mansuri. [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya