Berita

KPK Harus Tahan dan Sita Aset Anggota Dewan yang Disebut Terima Fulus Berkardus-kardus

RABU, 29 MEI 2013 | 08:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Melihat perkembangan kesaksian dan informasi-informasi baru yang muncul di persidangan kasus simulator SIM, Komisi Pemberantasan Korupsi diharapkan bekerja cepat agar orang-orang yang disebutkan terlibat menerima aliran dana tidak menghilangkan barang bukti.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 29/5).

Neta mengungkapkan itu terkait pengakuan Ketua Panitia Lelang Proyek Simulator SIM, Teddy Rusmawan kemarin.


Kesaksian itu menyebutkan adanya 4 kardus yang berisi uang Rp 4 miliar yang diberikan kepada Anggota Komisi III DPR RI; Muhammad Nazaruddin, Bambang Soesatyo, Azis Syamsuddin, Herman Heri, dan Desmon J Maseha.

Pemberian uang itu memang tidak terkait dengan proyek simulator SIM, yang saat ini menjerat Djoko Susilo. Tapi, sebagai uang pelicin untuk menggolkan dana 600 miliar anggaran Korlantas Polri yang bisa digunakan untuk dana pendidikan.

"KPK segera memeriksa, menahan, dan menyita kekayaan semua anggota DPR yang disebut-sebut terlibat menerima uang. Jangan sampai para tikus-tikus di DPR itu enak-enakan, kemudian gaya-gayaan mencalonkan diri lagi sebagai anggota legislatif di Pemilu 2014," ungkap Neta.

Tak hanya itu, lanjut Neta, KPK harus bergerak cepat untuk menahan sebelum mereka-mereka melakukan manuver politik untuk melumpuhkan KPK.  "Penahanan terhadap anggota DPR tersebut perlu segera dilakukan agar mereka-merek yang menerima aliran dana tersebut bisa dicoret dari DCS (daftar calon sementara)," tandas Neta.

Menurut Neta, meski memang uang dalam kardus tersebut disebutkan tidak terkait dengan simulator SIM, KPK tetap harus menelusurinya.

"Berarti dana itu harus ditelusuri lagi, apakah bagian dari simulator SIM atau ada proyek lain. Sebelumnya Nazarudin juga sudah mengungkapkan adanya dana simulator SIM mengalir ke Bamsoet cs," tandas Neta.

Bambang Soesatyo, Herman Hery, dan Desmon J Maseha sudah membantah pengakuan Teddy Rusmawan tersebut. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya