Berita

Politik

Teknologi Membuat Api dari Air Sudah Dikuasai 79 Ribu Tahun Sebelum Masehi

SENIN, 20 MEI 2013 | 18:38 WIB | LAPORAN:

Peneliti LIPI, Dicky Zainal Arifin telah menemukan suatu teknologi baru yang mampu menciptakan api dari tenaga air.  Dicky mengaku menemukan teknologi baru ini setelah mempelajari manuskrip masa lalu yang tertulis dalam prasasti dengan tulisan huruf Lemurian yang ada di sekitar Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat, sekitar 79 ribu tahun sebelum Masehi.

"Prasasti ini berisi huruf Lemurian, yang merupakan huruf tertua dan berisi cara bikin api yang disebut hydratana" papar Dicky dalam acara "Diskusi Bencana dan Peradaban" serta peluncuran buku "Plato Tidak Bohong karya DR. Danny Hilman Natawidjaya, di Gedung Krida Bhakti, Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (20/5).

Menurut dia, dalam manuskrip dijelaskan secara mendetail tentang cara menghasilkan api dari pembelahan partikel hidrogen.


"Ini adalah warisan dari leluhur kita dan merupakan jawaban untuk krisis sekarang. Ini ada manuskripnya cara bikin bahan bakar dari air dan saya buktikan ini bisa, apinya anti polusi, gak ada asapnya," sambungnya sambil menampilkan video percobaan memunculkan api dari air yang berhasil digunakan untuk memasak.

Dia jelaskan, bangsa Lemurian adalah leluhur dari bangsa-bangsa di seluruh dunia.

Selain bahan bakar air, bangsa Lemurian juga meninggalkan penemuan teknologi lain yang tidak kalah hebatnya, yaitu cara menggerakkan benda secara berlawanan arah jarum jam atau menolak gravitasi.

"Ada juga tentang bagaimana tenaga panas mampu memutarkan gravitasi, sehingga benda bergerak berlawanan dengan arah jarum jam. Jadi teknologi itu berasal dari masa lalu"

Selain kedua hal itu, Dicky juga menemukan metode untuk membuat pupuk dan cara menyembuhkan pecandu narkoba. Metode ini juga didapatkannya dari hasil penelitian atas peninggalan bangsa Lemurian.

"Saya akan trainingkan cara membuat pupuk ini. Sedangkan metode untuk rehabilitasi narkoba, ini sangat hebat, cepat dan murah. Bisa sembuh dalam tiga hari," tandasnya.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya