Berita

bibit waluyo/ist

Nusantara

PILGUB JATENG

Resmi, Bibit Waluyo Dilaporkan ke KPK

JUMAT, 17 MEI 2013 | 14:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Hari ini, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Bibit Waluyo resmi dilaporkan masyarakat ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Yang melaporkan langsung ke kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, adalah puluhan orang dari Barisan Masyarakat Mahasiswa (BM) Indonesia.

Kedatangan mereka bersamaan dengan pemeriksaan model majalah pria dewasa  Vitalia Syesha untuk kasus sapi impor. BM Indonesia melaporkan dugaan korupsi dalam anggaran bantuan sosial (Bansos) dan hibah oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2011.

"Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terhadap Pemprov Jawa Tengah tahun 2011 tercatat ada sekitar Rp 26,8 miliar lebih yang tidak dapat dipertanggungjawabkan Gubernur pada pos anggaran Bansos dan Hibah tersebut," kata Presiden BM Indonesia, Kholid, melalui rilis yang disebarkan beberapa saat lalu, Jumat (17/5).


Dikatakannya, sebelum masuk ke gedung KPK, puluhan rekannya melakukan "ritual" potong ayam jantan dalam rangka menolak pencalonan kembali Bibit Waluyo menjadi Gubernur Jateng. Ritual itu sebagai gambaran telah hilangnya kepercayaan warga Jateng terhadap Bibit Waluyo.

"Ada 99 bansos fiktif yang diberikan oleh pemerintah provinsi (pemrov) Jawa Tengah kepada lembaga yang tidak jelas alamat dan anggotanya," ujarnya lagi.

Menurutnya, mekanisme penyaluran dana sebesar itu tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh Pemprov Jateng. Karena berdasar data BPK RI, Pemprov Jateng memakai modus yang mudah terendus yakni pemberian Bansos kepada ratusan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Organisasi Masyarakat (Ormas) yang legalitasnya dipertanyakan.

Setelah ditelusuri BPK RI, ditemukan bukti kuat terjadinya penyalahgunaan pemberian Bansos karena beberapa hal. Yakni, alamat penerima Bansos fiktif, alamat ditemukan namun tidak ada penghuni, alamat ditemukan namun merupakan rumah hunian. Ada pula alamat ditemukan dan penerima ada namun jumlah Bansos tidak sesuai. Terdapat beberapa alamat yang sama, namun bisa mendapat banyak alokasi.

Kholid menambahkan, hal tersebut menimbulkan dugaan bansos tersebut digunakan untuk dana pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jateng bulan ini.

Seperti diketahui Bibit Waluyo merupakan Gubernur Jawa Tengah yang di usung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada periode lalu. Pada pilkada tahun ini, Bibit kembali akan mencalonkan diri sebagai Gubernur Jateng lewat partai lain.

Bersamaan rilis tersebut, pengamat hukum Image Law Firm, Junaidi, mengatakan, KPK harus secepatnya menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut. Jika nantinya KPK menemukan dua alat bukti, KPK harus segera menetapkan Bibit sebagai tersangka.

Kalau nanti KPK sudah menetapkan sebagai tersangka, lanjut Juanidi, secara moral Bibit harus mengundurkan diri secagai calon Gubernur Jateng. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya