Berita

Andre Hehanusa/ist

Politik

Pencoretan Andre Hehanusa dari Hanura Menuai Kecaman

RABU, 08 MEI 2013 | 17:15 WIB | LAPORAN:

Persatuan Indonesia (Perindo) menilai pernyataan Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Prati Hanura, Yuddy Chrisnandy yang akan mencoret nama Andre Hehanusa dari bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) Hanura merupakan bentuk arogansi politik gaya lama.

Sikap tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Perindo, Andi Saiful Haq di Jakarta, Selasa, (7/5), menanggapi pernyataan Yuddy yang akan mencoret Bacaleg artisnya dari Daftar Sementara Calon Legislatif (DCS).

Menurut Andi, langkah tersebut arogan, karena Andre Hehanusa yang juga Ketua Lentera Perindo, masuk sebagai Bacaleg Partai Hanura bukan atas nama pribadi, tapi bagian konsesi politik antara Perindo dengan Hanura.


"Seharusnya, Yudi bisa lebih beretika, dengan mengkomunikasikannya ke yang bersangkutan dan secara organisasi ke DPP Perindo," kata Andi.

Masalah nama Andre yang tercantum di Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), itu kesalahan administrasi, karena dalam penyusunan Caleg yang masih simpang siur di Hanura saat itu.

"Jika pernyataan Yudi adalah juga sikap partai Hanura, maka sebagai salah satu Waketum Perindo yang juga menjadi Caleg Hanura Dapil DKI, menyatakan akan menarik berkas Caleg dari Partai Hanura," ancamnya.

Menurutnya, ancaman itu merupakan sikap pribadinya sebagai pimpinan di Perindo. Sedangkan sikap organisasi Perindo sendiri diserahkan penuh kepada Ketua Umum Perindo, Hary Tanoe.

Andi menilai, Yuddi seharusnya memahami bahwa politik bukan hanya urusan sekedar menjadi Caleg, tapi penghormatan terhadap konsesi demi cita-cita perbaikan bangsa, adalah sesuatu yang membuat arti politik menjadi lebih mulia.

Sebelumnya, Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPP Hanura, Yuddy Chrisnandy, mencoret Andre Hehanusa dari Bacaleg partai besutan Wiranto itu dengan alasan karena juga terdaftar sebagai Bacaleg PKPI daerah pemilihan Jawa Barat II.

"Kalau seorang Bacaleg terdaftar di dua partai, artinya yang bersangkutan telah melakukan komunikasi politik dengan partai tersebut. Dengan demikian yang bersangkutan bertindak oportunis dengan melamar, mengisi formulir caleg di kedua partai," dalih Yuddy.[rsn]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya