Berita

makam hujr bin adi/abna.co

Pembongkaran Makam Sahabat Nabi Muhammad Menuai Kecaman Para Ulama

SENIN, 06 MEI 2013 | 07:06 WIB | LAPORAN:

. Konflik di Suriah belum juga usai. Di tengah konflik yang ditenggarai ditunggangi oleh kelompok Barat yang tidak suka dengan kepemimpinan Presiden Basar Asad, yang dalam beberapa kesempatan mengecam dan mengancam Israel, mulai memasuki babak baru.

Mata beberapa ulama dari penjuru dunia mulai tertuju ke Suriah, yang dalam sejarah perkembangan Islam sempat menjadi ibukota Dinasti Umayah. Penyebabnya adalah kabar pembongkaran makam sahabat Nabi Muhammad SAW di kawasan Adra, yang tidak jauh dari Damaskus.

Makam yang dimaksud, sebagaimana dilansir beberapa media seperti Al Alam dan Al Manaar pada Kamis malam (2/5) waktu setempat, adalah makam Hujr bin Adi. Hujr bin Adi merupakan salah satu sahabat dekat Rasulullah dan ikut terlibat dalam berbagai peperangan mempertahankan agama. Di masa Khalifah Imam Ali bin Abi Thalib, Hujr ikut membela Imam dalam perang Jamal, Siffin dan perang Nahrawan.


Kembali ke kabar pembongkaran. Makam Hujr dibongkar oleh kelompok pemberontak. Selain membongkar batu nisan, kelompok pemberontak itu juga menggali liang lahadnya. Bahkan disebutkan oleh sejumlah saksi, jasad Hujr yang masih utuh itu dibawa lari ke tempat yang hingga saat ini tidak diketahui.

Atas pembongkaran ini, sejumlah ulama di kawasan Timur Tengah angkat bicara. Salah seorang imam rujukan dalam bidang fikih di Qum, Iran, Ayatullah al Uzma Jaafar Subhani, sebagaimana dilansir Abna, mengecam keras tindakan pembongkaran makam ini dan meminta negara-negara Islam dan ulama mengerahkan umat Islam untuk bertindak kepada para pemborantak Suriah yang telah melampaui batas.

Kecaman serupa disampaikan oleh salah seorang Imam Masjid Al Aqsha di Palestina, Syeikh Salahuddin bin Ibrahim. Selain mengecam aksi pembongkaran makam sahabat Nabi, Salahuddin juga mempertanyakan alasan jihad sebagaimana diungkapkan para pemberontak. Baginya, sangat tidak masuk akal dan tidak memiliki landasan syariat, jihad dilakukan kepada kelompok yang masih dalam satu agama, sementara mereka mengabaikan jihad di Palestina.

Kecaman yang sama datang dari Libanon. Pemimpin kharismatik Hizbullah, Sayid Hasan Nasrullah, mengecam tindakan brutal para pemberontak yang membongkar makam tersebut.

"Makam sahabat yang mulia, Hujur bin Adi merupakan salah satu makam yang paling penting menurut pandangan seluruh umat Islam. Penghinaan terhadapnya dan aksi pembongkaran tersebut berpuncak dari ideologi terrorisme," kata Hasan Nasrullah. [ysa]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya