Berita

Beberkan Praktik Nepotisme di Demokrat, Bekas Loyalis Anas Urbaningrum Bantah Sakit Hati

SABTU, 04 MEI 2013 | 11:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mantan Sekretaris Departemen Agama DPP Partai Demokrat Mamun Murod Al Barbasy banjir kritikan dari elit-elit partai penguasa tersebut setelah membeberkaan praktik nepotisme dalam menyusun daftar calon anggota legislatif.

Mulai dari dituding sakit hati, tidak paham aturan organisasi, Mamun juga disebut tidak tahu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) proses pencalegan Partai Demokrat.

"Sakit hati? Saya tidak menjadikan jabatan politik sebagai Tuhan. Mereka yang reaktif dengan kritikan saya jangan-jangan justru menjadikan jabatan politik sebagai segalanya. Sehingga kalau perlu jilat sana jilat sini, yang penting jabatan aman," kata Mamun sesaat lalu (Sabtu, 4/5).


Mamun, yang dicoret sebagai caleg Demokrat ini juga membantah tidak paham organisasi. Mamun menegaskan, dirinya pernah mengurus organisasi kemahasiswa dari komisariat sampai tingkat DPP. Tak hanya itu, dia juga pernah menjadi pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah selama dua periode.

"Belum lagi di AIPI (Asosiasi Ilmu Politik Indonesia), saya sekarang jadi Sekretaris Cabang Jakarta. Ketua DPP AIPI sekarang, Sarundajang, anggota Wanbin Demokrat," bebernya.

Dia juga tidak habis pikir disebut tidak mengerti aturan pencalegan. Menurutnya, justru karena paham betul soal itu dia mengungkap ke publik bahwa DCS Partai Demokrat penuh kedhaliman dan melanggar aturan.

Mamun mengaku ikut terlibat aktif pembuatan draf awal juklak dan juknis pencalegan. Isinya begitu demokratis, fair dan diyakini akan mampu menjaring bacaleg yang kapabel, penuh integritas.

"Dan saya berani katakan ini sumbangsih Anas Urbaningrum agar caleg-caleg PD di 2014 seaspirasi dengan keinginan masyarakat. Kalau ternyata DCS penuh nepotisme, kronisme, dhalim pasti ada aturan yang dilanggar," ungkapnya.

Dia menambahkan, juklak dan juknis yang tertuang dalam SK DPP PD No 172/SK/DPP.PD/VIII/2012 masih ditandatangani Anas Urbaningrum, selaku Ketua Umum DPP Partai Demokrat waktu itu. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya