Berita

m. nuh

Tuntutan agar M. Nuh Mundur dari Kursi Mendikbud Terus Bergema

JUMAT, 03 MEI 2013 | 13:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh dinilai tidak peduli dengan berbagai aspirasi yang telah disampaikan pelajar dan pemerhati pendidikan, terutama saat peringatan Hari Pendidikan Nasional kemarin.

Pelajar dan masyarakat menyoroti potrem buram pendidikan di Indonesia, terutama terkait kesemrawutan pelaksanaan Ujian Nasional.

“Kami menilai sikap Pak Nuh yang tak acuh pada suara publik sama sekali tak mencerminkan sikap seorang yang terdidik. Pak Nuh menutup telinganya rapat–rapat, padahal banyak organisasi pelajar, guru dan mahasiswa yang berkomentar dan turun ke jalan. Terakhir malah ada beberapa Guru Besar yang menghadap Mensesneg untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait UN 2013 ini,” ujar Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Fida Afif (Jumat, 3/5).


Menurutnya, kisruh pelaksanaan UN 2013 tak bisa hanya dilokalisir kesalahan teknis pada percetakan. Upaya melokalisir masalah ini hanya pada percetakan adalah alibi konyol yang sama sekali tak bisa di terima nalar.  "Sikap tersebut adalah bentuk pembodohan public yang jauh dari nilai keteladanan.”

IPM menilai pelaksanaan UN 2013 adalah yang terburuk sepanjang sejarah. Ada indikasi permainan pada proyek pelaksanaan UN 2013. IPM menilai kemendikbud telah melakukan kesalahan fatal dengan memberikan proyek pengadaan LJK UN 2013 pada perusahaan yang pernah bermasalah dalam salah satu proyek di KPU.

Karena itu, IPM mendesak agar menteri pendidikan segara mundur dari jabatannya. “Kita geram dengan kebebalan Pak Nuh. Apapun alasannya, Pak Nuh telah gagal melaksanakan tugas dan kesalahannya harus dibayar mahal oleh ribuan pelajar yang tak berdosa,” tegas Fida Afif.

Selain itu IPM juga mendesak pemerintah agar segera menghapuskan UN karena dinilai lebih banyak merugikan pelajar. Pemerintah tak bisa lagi menggunakan dalih peningkatan mutu pendidikan untuk mempertahankan keberlangsungan UN.

Lebih lanjut Fida Afif menyatakan standardisasi pendidikan harusnya ada pada fasilitas, proses pembelajaran dan mutu tenaga pengajar, bukan pada hasil belajar. Standardisasi hasil, bagaimanapun juga, rawan terjadinya tindakan penghalalan segala cara untuk memenuhinya.

"Karena itu ketimbang menghamburkan dana untuk UN yang dari tahun ke tahun berantakan, lebih baik pemerintah fokus pada upaya memeratakan infrastruktur pendidikan," tandasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya