Berita

ilustrasi/ist

Politik

Menggerebek Markas PMII,Citra Polisi Makin Buruk

KAMIS, 02 MEI 2013 | 21:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penggerebekan kantor Sekretariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Situbondo oleh petugas Polres Situbondo buntut rencana para aktivisnya turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi terus menuai kecamanan dari sejumlah kalangan.

Pimpinan Majelis Nasional Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) Jakarta, Maman Imanulhaq, menilai tindakan polisi tersebut sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai demokrasi.

"Keterlaluaan, polisi benar-benar tidak dewasa," ujar Kyai Maman, demikian Maman Imanulhaq biasa dipanggil, kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (2/5).

Dia mengatakan tindakan polisi tersebut makin memperburuk citra polisi. Sebelumnya citra polisi tercoreng akibat korupsi ratusan miliar rupiah yang dilakukan mantan Kakorlantas Polri Irjen Djoko Susilo dan pembangkangan mantan Kabareskrim Polri Komjen Susno Duadji atas eksekusi penahanan yang dilakukan Kejaksaan Agung.

"Setelah kasus Djoko Susilo dan Susno Duadji, Polri harusnya sadar," imbuh dia.

Lebih lanjut Kyai Maman mengatakan, sebagai "bhayangkara demokrasi", polisi mestinya mengawal aksi untuk menyampaikan aspirasi yang dilakukan para aktivis PMII se Tapal Kuda tersebut karena UU menjaminnya. Bukan membungkam dengan menggerebek markas mereka sebelum aksi dilakukan. Rencana unjuk rasa dengan tuntutan menolak kenaikan harga BBM dan penuntasan kasus Century itu adalah bentuk kekritisan sekaligus keresehan atas kepemimpinan Presiden Yudhoyono yang sudah menimbulkan banyak masalah.

"Penggerebekan ini juga menunjukkan ketakutan rezim," imbuh Kyai Maman.[dem]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya