Berita

margot moelk/ist

Dunia

Ternyata Adolf Hitler adalah Seorang Vegetarian

Margot Moelk Membuka Kisah Hidupnya di Dalam Kamp Hitler
MINGGU, 28 APRIL 2013 | 09:03 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Tak banyak yang mengetahui fakta ini sebelumnya. Pemimpin Jerman yang membawa Eropa dan seluruh dunia dalam perang besar antara 1939-1945, Adolf Hitler, ternyata seorang vegetarian.

Kesaksian atas fakta ini disampaikan seorang wanita tua berusia 95 tahun, Margot Woelk. Selama hampir 70 tahun sejak perang berakhir dia menyembunyikan kisah hidupnya di zaman perang, bahkan dari suaminya sendiri.

Selama 2,5 tahun, Margot yang ketika itu berusia sekitar 20an tahun bertugas sebagai penguji coba makanan untuk sang Fuhrer di kamp persembunyian Hitler, Wolf's Lair, di Polandia sekarang. Tempat itu dijaga ketat oleh pasukan kepercayaan Hitler. Di tempat itu pula, selain di dalam bunker di Berlin, Hitler kerap menghabiskan waktunya.


Margot Woelk tidak sendirian. Ada 15 wanita muda yang ditugaskan menguji makanan Hitler, untuk mengetahui apakah makanan itu telah diracuni atau tidak oleh orang-orang yang tidak suka pada dirinya, terutama mata-mata Inggris.

"Dia seorang vegetarian. Dia tidak pernah makan daging selama saya berada di sana… Hitler juga sangat paranoid dan mengira Inggris akan meracuni dirinya. Itu sebabnya dia punya 15 wanita untuk menguji makanannya sebelum dikonsumsi sendiri oleh dirinya," Woelk bercerita kepada Associated Press.

Margot Woelk mengungkap kisah hidupnya itu kepada seorang wartawan lokal beberapa bulan lalu, hanya beberapa hari setelah ia merayakan ulang tahun ke 95. Sejak saat itu dia menjadi buah bibir di tempatnya.

Hubungan Margot Moelk dengan Hitler berawal saat dia melarikan diri dari Berlin untuk menghindarkan serangan udara pasukan Sekutu. Ia dan kerabatnya mengungsi ke sebuah tempat sekitar 700 kilometer di timur Rastenburg yang sekarang menjadi kota Ketrzyn dan masuk wilayah Polandia. Saat itu, suaminya sedang bertugas sebagai tentara Jerman.

Di tempat itu, ia mendaftarkan diri untuk menjadi salah seorang penguji makanan Hitler di Wolf's Lair. Margot Woelk ada di sana ketika bulan Juli 1944 sekelompok perwira yang ingin mengakhiri kegilaan perang mencoba membunuh Hitler dengan meledakkan sebuah bom di ruang rapat.

"Kami sedang beristirahat di sebuah kursi kayu ketika mendengarkan suara ledakan yang luar biasa. Kami terjatuh dan mendengar orang-orang berteriak: Hitler mati. Tetapi tidak tidak mati," ujar Woelk lagi.

Setelah upaya pembunuhan yang gagal itu, keadaan semakin tegang. Margot Woelk dan sesama penguji makanan dikarantina di sebuah bangunan sekolah dekat dengan komplek Hitler.

Di penghujung perang, sebelum Tentara Merah Uni Soviet benar-benar menaklukkan Hitler, seorang tentara SS menyarankan Margot Woelk melarikan diri. Ia pun pergi dan bersembunyi di Berlin.

Belakangan ia mendengar kabar bahwa Tentara Merah menembak mati ke-14 gadis penguji makanan Hitler lainnya saat menguasai Wolf's Lair di bulan Januari 1945.

Sebelum itu Hitler sudah lebih dahulu mengungsi ke bunker di kota Berlin.

Di pertengahan Juli 1945 Tentara Merah mulai merengsek masuk Berlin. Pertempuran hebat terjadi selama dua minggu sampai akhirnya di tanggal 2 Mei Hitler bunuh diri.

Tentara Merah pun berhasil menangkap Moelk dan menahannya selama dua minggu. Selama dalam tahanan ia diperkosa terus menerus.

"Itu sebabnya saya tidak bisa punya anak. Mereka menghancurkan segalanya," ujar Moelk lagi.

Setelah perang berakhir, seperti orang-orang Jerman lainnya Margot Woelk berusaha melupakan peristiwa kelam selama masa perang itu. Suaminya selamat dalam peperangan dan mereka bertemu kembali di Berlin. 23 tahun lalu Tuan Moelk meninggal dunia.

"Selama berpuluh tahun saya berusaha menghilangkan memori itu. Tetapi mereka selalu kembali dan menghantui saya di malam hari," demikian margot Moelk. [guh]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya