Berita

PENELITIAN BODONG

Kubu Andi Arief Minta KPK Periksa Tiga Kementerian

MINGGU, 28 APRIL 2013 | 00:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tiga kementerian yang selama ini diharapkan memberikan dukungan terhadap penelitian yang dilakukan para ahli lintas disiplin ilmu pengetahuan di situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, ternyata bersikap sebaliknya.

Ketiga kementerian itu adalah Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang membawah Puslit Arkenas.

Mereka mementahkan penelitian yang dilakukan DR. Danny Hilman Natawidjaja, DR. Andang Bachtiar, DR. Budiarto Ontowirjo dan DR. Ali Akbar bersama sejumlah peneliti lain. Menurut Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) Andi Arief yang menginisiasi penelitian mandiri di situs megalitikum itu, ketiga kementerian itu membantah penelitian yang dilakukan DR. Danny Hilman Natawidjaja cs dengan penelitian yang patut diduga bodong dan dimanipulasi.


Padahal penelitian yang mereka lakukan itu dibiayai oleh uang negara yang diperoleh dari pajak yang dibayarkan rakyat.

"Sudah sepatutnya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan lembaga lain yang punya otoritas memeriksa ketiga kementerian itu, dalam kaitannya dengan pelaksanaan riset yang mereka lakukan selama ini," ujar Asisten SKP BSB, RM Zulkipli.

"Saya mengimbau agar media, elemen gerakan anti korupsi dan semua penegak hukum negara segera menginvestigasi riset yang menggunakan APBN dan bantuan luar negeri yang selama ini dilakukan Puslit Arkenas (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional) dan kawan-kawannya," ujar RM Zulkipli lagi.

Menurutnya perlu ditanyakan kepada Puslit Arkenas berapa luas situs Gunung Padang berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Arkenas di tahun 1979 dan sejak 1985 hingga 189. Juga perlu ditanyakan berapa luas situs Gunung Padang dari penelitian lanjutan yang dilakukan Balai Arkeologi Bandung pada 2002, 2004, dan 2005? Juga berapa luas situs Gunung Padang sesuai data yang dimiliki Arkenas?

Jawaban atas pertanyaan ini memperlihatkan kualitas kejujuran para peneliti yang mendapatkan dana APBN/LN itu dalam melakukan penelitian di situs Gunung Padang.

Ia menambahkan bahwa penelitian yang dilakukan Tim Terpadu Riset Mandiri yang dikordinir kantor SKP BSB sejak tahun 2011 hingga kini dipimpin arkeolog DR. Ali Akbar dan disetujui Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Prof. Bambang Wibawarta.

Penelitian itu pun dilakukan di luar areal situs megalitikum, persisnya di lereng timur.

RM Zulkipli juga menambahkan bahwa sesuai rencana pada tanggal 11 dan 12 Mei nanti Tim Terpadu Riset Mandiri akan melanjutkan eskavasi dengan dukungan anggota masyarakat yang ingin memberikan sumbangsih dan disupervisi oleh arkeolog dari UI.

"Dalam setiap eskavasi lumrah masyarakat dilibatkan, selama mereka diberi pemahaman agar bantuannya dapat bermanfaat. Sudah lumrah tidak semua pekerjaan eskavasi dilaksanakan oleh arkeolog. Dimana-mana masyarakat memang biasa dilibatkan," ujarnya lagi. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya