Berita

Andi Arief: Tiga Kementerian Memanipulasi Laporan Penelitian

SABTU, 27 APRIL 2013 | 13:11 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tiga kementerian diduga kuat membuat laporan manipulatif mengenai penelitian situs megalitikum di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat.

Ketiga kementerian itu adalah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dipimpin Muhammad Nuh, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dipimpin Jero Wacik dan Kementerian Riset dan Teknologi yang dipimpin Muhammad Hatta.

Tuduhan serius ini disampaikan Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) Andi Arief yang juga insiator tim ahli yang secara mandiri melanjutkan penelitian di Gunung Padang tanpa dukungan serius dari ketiga kementerian itu.


Bulan Februari tahun lalu, ujar Andi Arief, Tim Terpadu Riset Mandiri telah memaparkan hasil penelitian mereka di Gunung Padang. Tak kurang dari 400 ilmuwan Indonesia menghadiri dan mendengarkan pemaparan itu. Ketiga kementerian tadi pun mengirimkan pejabatnya dan berjanji akan menindaklanjuti dan membentuk tim penelitian lain untuk menghasilkan second opinion terhadap hasil riset Tim Terpadu.

Sekitar enam bulan lalu, Andi Arief, mendapatkan laporan hasil penelitian dari Badan Geologi yang ditandatangani DR. M. Sukhyar dan diketahui Menteri ESDM Jero Wacik. Di dalam laporan itu dinyatakan bahwa mereka tidak menemukan indikasi keberadaan bangunan di bawah permukaan situs Gunung Padang.

Laporan ini jelas manipulasi, ujar Andi Arief, karena Badan Geologi Kementerian ESDM tidak melakukan survei bawah permukaan (sub surface) Gunung Padang.

Laporan kedua diterima dari Kementerian Ristek melalui salah seorang Deputi Menteri yang mengutip laporan dari Badan Geologi Kementerian ESDM dan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Pulit Arkenas).

"Tim Ristek yang berjanji pada masyarakat akan melakukan riset sendiri, ternyata hanya meng-copy paste sehingga hasilnya nol besar!," ujar Andi Arief.

Puslit Arkenas di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga punya kelakuan yang sama. Mereka menyimpulkan tidak ada bangunan di bawah situs Gunung Padang berdasarkan penelitian yang dilakukan jauh sebelum 2011. Padahal pada Februari 2012 mereka telah mendengarkan pemaparan dari Tim Terpadu Riset Mandiri. Seharusnya mereka memutakhirkan penelitian mereka berdasarkan data dari penelitian terakhir yang mereka lakukan.

"Terlihat bagaimana kualitas periset kita yang ada di kementerian. Meremehkan dan memanipulasi sebuah riset," kata Andi Arief kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu (27/4). [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya