Berita

Media Asing Mulai Soroti Penggunaan Narkotika di Kalangan Pilot Lion Air

KAMIS, 18 APRIL 2013 | 09:09 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Media massa asing mulai menyoroti penggunaan narkotika dan bahan berbahaya (narkoba) di kalangan pilot Indonesia, khususnya maskapai Lion Air.

Business Insider, misalnya, menuliskan berita dengan judul Indonesian Pilots Have A Nasty Crystal Meth Problem sekitar tiga jam lalu dan disebarkan di jejaring berita Finance.Yahoo.Com.

Media itu menggarisbawahi kasus narkoba yang melibatkan pilot Lion Air dimana tercatat sejak 2011 tiga pilot Lion Air ditangkap karena memiliki atau mengkonsumsi methamphetamine.


Business Insider mengatakan bahwa pilot dan ko-pilot yang menerbangkan Lion Air Boeing 737-800 dari Bandung ke Denpasar yang tergelincir masuk ke laut di luar Bandara Ngurah Rai telah menjalani tes narkoba dan dinyatakan negatif alias tidak mengkonsumsi narkoba.

Media itu juga mengutip laporan New York Times yang mengatakan bahwa konsumsi narkoba di kalangan pilot Lion Air kemungkinan berkaitan dengan pekerjaan yang terlalu banyak. Hal ini bisa memotivasi, karena narkoba dipercaya dapat meningkatkan konsentrasi dan kewaspadaan.

"Industri penerbangan Indonesia berkembang dengan cepat, dan bisa jadi kekurangan orang (pilot). Jurubicara Kementerian Perhubungan kepada Times mengatakan bahwa 7.000 pilot yang bekerja untuk 57 perusahaan penerbangan tidak cukup," tulis Business Insider lagi.

Sementara Reuters yang juga dikutip Business Insider mengatakan bahwa kemungkinan lain mengapa pilot mengkonsumsi narkoba sekadar untuk mendapatkan kesenangan.

Disebutkan bahwa crystal meth atau shabu-shabu tahun lalu menjadi jenis narkoba yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia.

Business Insider pun mengutip Kepala Badan Nasional Anti Narkotika (BNN) Benny Mamoto yang mengatakan bahwa banyak pilot yang memiliki uang banyak kemungkinan menjadi pengguna obat-obatan terlarang ini.

Menurut BNN, pilot menjadikan shabu-shabu sebagai bagian dari gaya hidup mereka.

"Ada kemungkinan bahwa kru pesawat memiliki hubungan dengan jaringan narkoba," ujar Mamoto kepada Jakarta Post yang dikutip Business Insider. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya