Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault dikorek keterangannya oleh penyidik KPK mengenai dugaan keterlibatan sejumlah anggota Dewan, khususnya di Komisi X DPR, dalam perkara korupsi proyek pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat.
Tapi, Adhyaksa masih tak mau membeberkan siapa saja personel Komisi X DPR yang terlibat. Termasuk, dugaan keterlibatan bekas Ketua Komisi X DPR, Mahyuddin.
"Yang jelas ada pertanyaan kepada saya tentang anggota Dewan," kata Adhyaksa, usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta (Jumat, 5/4).
Adhyaksa menjalani pemeriksaan sekitar dua jam lamanya. Dia juga mengaku, ditanyai penyidik mengenai perubahan pola anggaran dari single years ke multi years dalam proyek pembangunan yang berbiaya Rp 2,5 trilliun tersebut.
"Dan juga tadi ada pertanyaan baru ke saya, soal legislatif," terang dia.
Dugaan keterlibatan Mahyuddin dalam kasus korupsi Hambalang pertama kali disebutkan oleh terpidana suap wisma atlet, Muhammad Nazaruddin.
Menurut dia, Professor bidang kandungan itu pernah menerima uang sebesar Rp 10 milliar dari total Rp 100 milliar yang diberikan oleh PT Adhi Karya. Selain Mahyuddin, masih kata Nazaruddin, uang juga diterima oleh anggota DPR dan pihak Kemenpora.
Rinciannya, Anas Urbaningrum Rp 50 milliar; Rp 10 milliar buat Mirwan Amir dan Olly Dondokambey; Rp 5 milliar untuk Mukhayat; Rp 5 milliar untuk Wafid Muharram; dan Rp 20 milliar untuk Andi Mallarangeng.
Mahyuddin juga disebut Nazaruddin hadir dalam pertemuan yang berlansung di kantor Kemenpora medio Januari 2010. Hadir dalam pertemuan itu, Anas, Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh. Baik Mahyuddin maupun Angie sudah mengaku hadir dalam pertemuan itu. Tapi, mereka membantah kalau pertemuan dilakukan guna membicarakan proyek Hambalang.
[ald]