Berita

Politik

Kongres HMI Sayangkan Intervensi Akbar Tanjung Cs

SELASA, 02 APRIL 2013 | 22:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Intervensi para alumni senior dalam Kongres HMI dirasakan sangat mengganggu independensi HMI sebagai organisasi mahasiswa yang berdiri lepas dari pengaruh para seniornya.

Intervensi diyakini sebagai bentuk penolakan para senior yang berkepentingan atas posisi Noer Fajrieansyah yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum HMI periode 2013-2015. Selama ini Noer Fajireansyah dikenal sebagai sosok muda yang ingin melepaskan pengaruh politik "Kelompok Tua" dari generasi mudanya sebagai wujud indepedensi organisasi.

Mantan Ketum PBHMI periode 1999-2001, Fakhrudin, menyayangkan "Kelompok Tua" seperti Akbar Tanjung, Taufik Hidayat dan lain-lainnya datang di arena Kongres HMI ke 28. Kehadiran mereka sebagai sesepuh, menurut dia, tidak menjadi masalah. Namun jika kehadiran mereka menimbulkan masalah berkepanjangan bagi Kongres dan HMI sebagai organisasi, itu sama saja dengan intervensi.


"Alumni HMI boleh hadir ke arena Kongres namun sekedar berkunjung bukan melakukan intervensi kepada para peserta kongres HMI, saya menyayangkan intervensi yang terjadi pada kongres kali ini" ucap Fakhrudin kepada wartawan, Selasa (2/4).

Ketua Umum Badko HMI Jabotabek-Banten, Rudi Ghani, mengatakan intervensi orang yang mengatasnamakan KAHMI pada kongres HMI kali ini sudah terlalu dalam dan jauh, sehingga kongres molor dan berlarut-larut. Intervensi berbentuk penghasutan menolak Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari pengurusan Noer Fajrieansyah dan Basri Dodo. Bahkan campur tangan kaum tua itu berujung pada tuntutan pemecatan kedua pimpinan HMI tersebut  tanpa alasan yang kuat.

"Pemecatan anggota HMI harus melalui komisariat dan diusulkan kepada cabang. Bagaimana orang luar bisa dengan tiba-tiba mengusulkan pemecatan. Mereka yang mengusulkan pemecatan itu tidak  memahami aturan main yang mereka sendiri buat. Para Alumni HMI itu mengatasnamakan KAHMI. Padahal KAHMI itu dibentuk oleh Kongres HMI jaman Noercholis Madjid tahun 1967an," ujar Rudi Ghani.

"Alumni HMI yang mengatasnamakan KAHMI sudah terlalu jauh mengintervensi kongres. Intervensi itu memunculkan perdebatan yang bukan lagi tentang pembahasan draft-draft kongres, melainkan penggantian presidium sidang yang tidak sesuai aturan dan presidium sidang yang bisa diatur untuk prosesi pemecatan. Sebaiknya para senior tidak perlu balik dapur lagi" tegas Rudi Ghani.

Hal yang sama ditegaskan juga oleh Andhika Ketum Badko HMI Sumatera Utara menyesalkan campur tangan "Kelompok Tua" itu.  Sebagai tindak lanjut, Andhika mendorong rekan-rekan cabang yang menjadi delegasi sebagai utusan penuh dan peninjau serta pengurus Badko yang menjadi peninjau agar menjaga independensinya.

"Martabat kelompok muda terletak pada tetap kukuhnya menjaga independensi organisasi dan kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan politik yang bermartabat dan berbudaya," ujar Andhika.

Ada dugaan, intervensi "Kelompok Tua" sengaja dilakukan untuk menggeser pencalonan Noer Fajrieansyah sebagai ketua umum HMI periode berikutnya. Bahtra yang merupakan kandidat Ketum PB HMI periode 2013-2015 yang mengundurkan diri demi untuk mendorong Fajri, panggilan akrab Noer Fajrieansyah, kembali maju sebagai kandidat Ketum PB HMI, menandaskan bahwa dia telah membuat HMI organisasi yang semakin disegani karena mampu meletakkan HMI sebagai organisasi yang independen, lepas dari pengaruh politik para seniornya.

"Keinginan para senior yang campur tangan dalam Kongres HMI, membuktikan bahwa Fajri adalah sosok yang mampu mengganjal para senior yang ingin mempolitisasi HMI untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.  Tetapi justru intervensi itu menyakinkan banyak cabang bahwa Fajri adalah figur tepat yang dibutuhkan HMI pada saat ini khususnya dalam era Tahun Politik menjelang PilPres 2014," ujarnya.

Kongres HMI ke-28, yang dibuka pada 15 Maret 2013, sudah masuk pada hari ke 17. Kongres molor dari jadwal yang ditentukan karena intervensi para senior alumni HMI.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya