Latihan perang Amerika Serikat dan Korea Selatan memaksa Korea Utara untuk meningkatkan kewaspadaan militer. Laporan dari kantor berita KCNA hari Sabtu ini (30/3) mengatakan negeri yang dipimpin Kim Jong-un itu tidak akan segan-segan menghancurkan daratan Amerika Serikat.
"Segala hal yang berkaitan dengan hubungan Utara dan Selatan akan diperlakukan berdasarkan keadaan perang (state of war)," ujar laporan itu.
"…Keadaan yang bukan perang juga bukan damai telah berakhir," lanjut laporan itu lagi seperti dikutip dari CNN.
Korea Utara dan Korea Selatan memang secara teknis masih berada dalam keadaan prang. Perang Korea yang berawal di tahun 1950 berakhir dengan gencatan senjata (
armistice) pada 11 Maret 1953.
KCNA juga mengatakan bahwa Pyongyang tidak akan membatasi penggunaan senjata dalam
war of state ini, melainkan siap melangkah ke tahap
all out war bahkan
nuclear war.
"Pertama-tama kami akan menargetkan dan melumpuhkan daratan Amerika Serikat, Hawaii, Guam, dan pangkalan militer AS di Korea Selatan. Dan kantor Presiden Korea Utara akan dibumihanguskan hingga rata dengan tanah," masih kata
KCNA.
Sehari sebelumnya, kantor berita itu mengatakan pemimpin Korea Utara telah menyetujui rencana mempersiapkan roket untuk menghantam AS. Pernyataan ini disampaikan setelah AS mengoperasikan pesawat rahasia tanpa radar dalam latihan perang dengan Korea Selatan.
Manuver AS inilah yang agaknya telah memprovokasi para pengambil kebijakan militer di Pyongyang.
[ian]