Berita

ilustrasi

Politik

Pembantaian di LP Cebongan Bisa Dibawa ke Pengadilan Internasional

RABU, 27 MARET 2013 | 18:32 WIB | LAPORAN:

Serangan kelompok bersenjata api dan granat pada Sabtu lalu di Lapas Sleman, DIY, adalah tindakan kekerasan yang mengoyak rasa kemanusiaan dan tidak bisa dibenarkan dengan dalih atau alasan apapun.

Hal ini ditegaskan dalam konferensi pers "Negara Hukum Terancam" bersama tokoh-tokoh seperti Tudung Mulya Lubis, Hendardi, Thamrin Amal Tomagola, Irman Putra Sidin dan kelompok masyarakat sipil lainnya di Hotel Aryaduta Jakarta, Jalan Prapatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/3).

Para tokoh tersebut juga mendesak Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, untuk menanggapi kasus ini dengan serius mengingat wibawa hukum dan negara telah dipertaruhkan. Presiden harus segera membentuk tim investigasi independen seperti yang pernah dilakukan negara dalam penyelidikan kasus pembunuhan Munir.


"Apabila kasus ini tidak diselesaikan, kami akan membawanya ke peradilan Internasional karena penyerangan itu sudah menjadi pelanggaran HAM berat," ungkap sosiolog, Thamrin Amal Tomagola.

Selain itu, pertemuan tokoh ini juga akan membentuk tim investigasi untuk mengungkap apa sebenarnya di balik penyerangan Lapas Sleman.

"Salah satu dari empat orang yang tertembak itu masuk dalam sindikat perdagangan narkoba. Ada indikasi untuk melenyapkannya," ujar Thamrin.

Penembakan empat tahanan titipan Polda DIY dilakukan di sel 5A Blok Anggrek, di hadapan 31 tahanan lainnya.

Empat korban beberapa hari sebelumnya (Selasa, 19/3) mengeroyok hingga tewas Sersan Satu (Sertu) Santoso dari kesatuan Kopasus TNI AD Kandang Menjangan, Solo. Empat orang yang meninggal adalah Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Andrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sehatapi, dan Yohanes Juan Manbait. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya