Berita

Dunia

PM Lebanon Mundur Sebagai Bentuk Protes atas Ketidakbecusan Parlemen

SABTU, 23 MARET 2013 | 10:20 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Perdana Menteri Lebanon menyatakan mundur kemarin dari jabatan yang telah didudukinya sejak 2011 lalu.

Najib Mikati mengundurkan diri sebagai langkah protes terhadap ketidakmampuan parlemen menyetujui sebuah komisi untuk menggelar rencana pemilu pada Juni mendatang.

Selain itu pengunduran diri Mikati ini juga terjadi saat ia mendapat tekanan untuk memperpanjang masa jabatan Kepala Kepolisian Lebanon yang akan segera pensiun, tetapi kabinet pemerintahan yang didominasi Syiah Islam Hizbullah menolaknya.


Hal tersebut lantaran Mayjen Ashraf Rifi dianggap musuh oleh kelompok militan Islam tersebut.

Dalam pidatonya, sebagaimana dilansir Associated Press (Sabtu, 23/3), Mikati mengatakan dia berharap pengunduran dirinya akan memaksa para politisi lain untuk menemukan solusi.

"Hari ini saya mengumumkan pengunduran diri. Saya berharap insya Allah hal ini akan memberikan dorongan bagi blok-blok politik utama di Lebanon untuk memikul tanggung jawab mereka bersama," katanya.

"Tidak ada cara untuk setia kepada Lebanon dan melindunginya selain melalui dialog yang membuka jalan untuk pembentukan pemerintah yang mewakili semua kekuatan politik Lebanon dan mengambil tanggung jawab untuk menyelamatkan bangsa," lanjutnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya