Berita

Luis Blanco

Olahraga

Blanco Mau Ngadu Ke FIFA

Dualisme PSSI Jilid II
KAMIS, 21 MARET 2013 | 08:10 WIB

.Polemik sepakbola tanah air masih berlanjut, setelah sukses menggelar KLB, ternyata kekis­ruhan belum juga usai. Kejelasan status Luis Blanco, sebagai pela­tih tim nasional, telah menjadi masalah baru yang harus segera diselesaikan PSSI.

Bahkan, kabarnya pelatih ber­darah Argentina itu berniat me­ngadukan masalah ini ke FIFA. “Saya sebagai manajer tim na­sional harus menunjukan itikad yang baik. Untuk itu saya kesini bersama Blanco untuk menjelas­kan duduk persoalan kepada Men­pora, sekalian juga mene­nangkan hatinya,” ungkap Habil Marati kepada pewarta, di Ja­karta, kemarin.

Habil menuturkan, bahwa di­rinya tengah melakukan negosia­si dengan Blanco agar tidak me­ngadukan masalah ini ke FIFA. Pasalnya, lanjut Habil, hal ini akan menjadi stigma yang buruk bagi tim nasional, karena pelatih sepakbola memiliki organisasi internasional yang solid.


Selain itu, masih menurutnya, jika hal ini sampai diketahui pi­hak Arab Saudi, timnas Indone­sia kemungkinan akan dianulir, karena pelatih Rahmat Darma­wan tidak memiliki kontrak, se­dangkan yang memiliki kontrak pelatih adalah Blanco, dan kon­traknya masih berlaku dua tahun.

“Bohong besar! Kata siapa Ste­fano tidak lengkap adminis­tra­s­inya? Akta kelahirannya saja ada, semuanya lengkap dan kom­plit,” tegasnya berapi-api saat disinggung soal tidak lolos­nya Stefano Lilipaly dengan ala­san adminsitrasi tidak lengkap.

Sementara itu, Menteri Pemu­da dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, mengaku sudah mende­ngar kabar soal kekisruhan pela­tih timnas. Namun, Roy menolak jika dikatakan melakukan pem­biaran, ditegaskannya, bahwa di­rinya tengah mengamati situasi ter­lebih dahulu dan akan bertin­dak di saat yang tepat.

“Masalah pelatih saya sudah dengar. Saya tegaskan bahwa ada kalanya Menpora harus me­ng­amati dan ada juga kalanya saya turun tangan. Ini masalah teknis internalnya PSSI biarkan sa­ja mereka mandiri. Saya me­ng­­­awal saja, biar PSSI tidak man­­ja,” tegasnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya