Berita

Felipe Massa

Olahraga

Massa Merasa Korban Perjudian Ferari

Formula 1
SELASA, 19 MARET 2013 | 08:49 WIB

Konflik internal diisukan mendera tim Ferarri pasca berlangsungnya seri pembuka ajang balap Formula1 di Australia. Pemicunya adalah gara-gara Ferrari lebih menganaemaskan Fernando Alonso ketimbang Felipe Massa dalam perebutan gelar juara di Sirkuit Albert Park, Minggu kemarin.

Namun, Massa membantah isu tersebut. Dia menilai, perjudian strategi Tim Kuda Jingkrak lah yang menyebabkan dirinya gagal podium, sementara Alonso berhasil naik podium kedua. Padahal, Massa sempat mendahului Alonso dalam beberapa lap. Tapi, keputusan Alonso melakukan pitstop lebih cepat ternyata membuahkan hasil dengan mendahului Massa dan Sebastian Vettel.

Sedangkan Massa tidak mau melakukan pitstop lebih awal. Sebab, dia merasa taktik itu tidak akan berhasil di Australia. Bekas pebalap Sauber itu beranggapan akan melakukan pitstop di lap ke-15, tapi Alonso justru melakukannya lebih dulu di lap ke-11. “Jujur saja kami terlalu telat untuk melakukan pitstop. Kami berencana untuk melakukannya tiga atau empat lap lebih lama. Mengingat degradasi ban sangat tinggi sekali. Tapi, Alonso mau mengambil risiko itu dan bekerja sangat baik,” katanya dikutip Autosport, kemarin.


Pebalap kelahiran Brasil ini menilai, kondisi trek menguntungkan Alonso. “Trek membaik dan itu lebih baik untuk menambah kecepatan dan Alonso tidak memiliki mobil lain di depannya. Jadi strategi itu bekerja dengan baik.”  [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya