Berita

KARTU JAKARTA SEHAT/IST

Olahraga

Jokowi Fokuskan 5 Perbaikan KJS

SENIN, 18 MARET 2013 | 19:14 WIB | LAPORAN:

Pelaksanaan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) masih menyisakan sejumlah problem yang perlu dibenahi.

Gubernur Joko Widodo (Jokowi) menyebut, ada lima perbaikan yang menjadi prioritasnya seperti sistem rujukan, audit medis serta rujukan, sistem pembayaran, ketersediaan kamar dan sistem 119.

"Nanti akan ada audit, soal rujukan serta medisnya dalam rangka efisiensi rujukan," katanya saat memberi pengarahan di hadapan jajaran Dinas Kesehatan DKI dan seluruh direktur rumah sakit yang bekerjasama dengan Pemprov DKI di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (18/3).


Audit ini berguna untuk mengetahui puskesmas serta rumah sakit mana saja yang belum menerapkan sistem rujukan KJS dengan benar. Sistem rujukan akan dibuat tiga tahapan.

"Puskesmas sebagai pintu masuk. Tanpa ada rujukan puskesmas, pasien pengguna KJS yang ke RS langsung tanpa ada rujukan dari puskesmas akan ditolak. Kecuali darurat kecelakaan, sakit parah. Ini beda," katanya.

Mengenai sistem pembayaran sendiri, lanjut Jokowi, akan dilakukan dalam waktu paling lambat 12 hari melalui sistem online (daring). Sistem ini akan diverifikasi Dinas Keuangan DKI bekerja sama dengan Bank DKI. Sedangkan terkait keluhan kapasitas ruang rawat inap, Jokowi menyebut sudah ada tambahan sekitar 381 kamar kelas III.

"Saya juga minta RS swasta memberikan 70 persen kelas tiga dengan catatan RS itu akan diberikan insentif penambahan, belikan alat-alat kesehatan hingga menambah jumlah lantai gedung RS," katanya.

Perbaikan kelima, masih kata Jokowi, menyangkut sistem hotline 119 yang baru diluncurkan pada 1 Maret silam. Sistem yang berguna untuk pusat informasi pelayanan kesehatan seperti kamar, ambulan serta instalasi gawat darurat akan diperluas. Jokowi meminta kepada Dinas Kesehatan agar memasukkan rumah sakit swasta yang berskala kecil untuk ikut tergabung dalam sistem ini.

"Biasanya masyarakat lari ke RS swasta di dekat-dekat rumah," katanya.[wid] 

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

UPDATE

Termasuk Yaqut dan Fadia Arafiq, KPK Fasilitasi Salat Id untuk 81 Tahanan

Jumat, 20 Maret 2026 | 16:18

Haedar Nashir Serukan Kedewasaan Sikapi Perbedaan Idulfitri

Jumat, 20 Maret 2026 | 16:08

Prabowo Malam Takbiran di Sumut, Salat Idulfitri di Aceh

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:47

Idulfitri Momentum Perkuat Ketakwaan dan Kehidupan Bernegara

Jumat, 20 Maret 2026 | 15:01

Wacana WFH ASN Dinilai Tak Berdampak Signifikan pada Penghematan BBM

Jumat, 20 Maret 2026 | 14:40

F-35 AS Nyaris Jatuh, Diduga Dihantam Tembakan Iran

Jumat, 20 Maret 2026 | 14:37

Lebaran di Balik Jeruji, KPK Buka Layanan Kunjungan Keluarga Tahanan

Jumat, 20 Maret 2026 | 14:26

Prabowo Selamatkan Rp308 Triliun Uang Negara dari Koruptor

Jumat, 20 Maret 2026 | 13:45

Tips Kelola THR Anak untuk Investasi dan Edukasi Maksimal

Jumat, 20 Maret 2026 | 13:42

KPK Gelar Sholat Id untuk Tahanan di Masjid Gedung Merah Putih

Jumat, 20 Maret 2026 | 13:40

Selengkapnya