1,2 miliar penganut Katholik Roma, Rabu malam (13/3), akhirnya memiliki paus baru. Kardinal Argentina Jorge Mario Bergoglio (76) terpilih sebagai paus pertama yang berasal dari benua Amerika setelah lebih dari 1.300 tahun dipegang kardinal dari benua Eropa.
Bergoglio, yang memutuskan untuk menamai dirinya sebagai Paus Fransiskus I, resmi menjadi Paus ke-266 setelah mengikuti pemilihan konklaf di kapel Sistina selama dua hari.
Terpilihnya Paus Fransiskus disambut baik Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Menurutnya, Paus Fransiskus merupakan perwujudan dari keberanian dan kekuatan visinya.
“Penunjukannya sebagai Paus menunjukkan bahwa dia adalah pembela kaum miskin dan orang lemah di antara kita. Dia membawa pesan cinta dan kasih yang telah menginspirasi dunia lebih dari dua ribu tahun lalu,†kata Obama dalam pernyataan yang dirilis Gedung Putih, tidak lama setelah mendengar pengumuman Rabu malam (13/3).
Bergoglio terpilih sebagai paus baru untuk menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri bulan Februari lalu.
“Atas nama rakyat Amerika, Michelle dan saya menyampaikan pesan hangat kami untuk Sri Paus Fransiskus seiring dia menduduki Kursi Santo Petrus dan memulai kepausannya,†kata Obama.
“Saya beserta jutaan warga Hispanik Amerika merasakan kegembiraan hari bersejarah ini,†lanjut orang nomor satu AS itu sembari mengucapkan keinginannya untuk bisa bekerja sama dengan Paus guna mewujudkan perdamaian dan keamanan dunia, tiak peduli latar belakang agama.
Paus Fransiskus I menjadi paus pertama yang berasal dari luar benua Eropa sejak Paus Gregorius III yang berasal dari Suriah di abad ke-8.
Warga Argentina merayakan terpilihnya Kardinal Bergoglio. Sekitar 200 orang di Katedral Metropolitan memberikan sambutan meriah. Anggota gereja tempat Bergoglio biasa bertugas, tidak menyangka bahwa pimpinan mereka akan terpilih.
Bergoglio juga sudah memastikan diri akan mengisi misa pada perayaan paskah nanti.
“Bergoglio berangkat ke Vatikan dengan damai untuk ikut dalam konklaf yang memilih paus baru. Dia bahkan sudah memiliki tiket pulang pekan depan,†kata juru bicara Gereja Katholik Argentina, Federico Wals. [Harian Rakyat Merdeka]