Berita

ilustrasi

Dunia

Dalam Sehari, Sedikitnya 20 Mayat Mengambang di Sungai Martir

SENIN, 11 MARET 2013 | 12:39 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

Anggota kelompok oposisi Suriah menyatakan, setidaknya ada 20 mayat pemuda yang diduga ditembak oleh aparat pemerintah, ditemukan hari Minggu waktu setempat di terusan air kecil yang mengalir di kota Aleppo, Suriah.

Seperti dikutip dari Reuters, Senin (11/3), jumlah mayat itu adalah yang paling banyak diangkat dalam satu hari sepanjang waktu belakangan di sungai tersebut. Sungai itu disebut "sungai martir" karena sudah total 65 mayat yang mengambang sejak Januari lalu. Rata-rata mayat yang muncul di sungai itu adalah tubuh para aktivis dari bagian utara dekat Turki.

Tidak ada komentar resmi dari pihak pemerintah terkait hal itu. Media milik pemerintah mengklaim, mayat yang ditemukan sepanjang bulan Januari merupakan korban penculikan yang kemudian dibunuh oleh organisasi yang terkait dengan al-Qaeda, yaitu Barisan al-Nusra.


Pada topik lain, pemerintah Suriah telah melarang beberapa media independen karena membuat verifikasi berita seputar konflik Suriah semakin sulit.

Sebuah video yang diambil hari Minggu kemarin, waktu Suriah,menunjukkan ada 16 mayat anak muda berpakaian biasa, yang tergeletak di terusan sungai itu. Beberapa dari mereka dengan kondisi tangan yang terikat, ditembak di kepala dan luka dalam di leher, salah satu mayat dipenuhi lumpur dan lalat.

"Saya telah menghitung 23 mayat hari ini, satu diantaranya kepalanya ditembak hingga isi otaknya keluar," jelas Louay al-Halabi, aktivis oposisi di Aleppo yang mengangkat mayat itu keluar dari sungai.

Sementara itu, Mohammad Nour, yang juga aktivis di Aleppo menyatakan, rata-rata usia korban adalah 20-30 tahun. Para korban itu campuran dari pemberontak dan warga sipil.

"Enam laki-laki sudah teridentifikasi sejauh ini, lima dari mereka ditangkap oleh pihak intelijen minggu lalu" demikian Nour. [ald]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya