Berita

Nasib Tragis Presiden Jahat

SELASA, 05 MARET 2013 | 16:03 WIB | OLEH: M. HATTA TALIWANG

SEJAK akhir abad ke-19 sampai akhir abad ke-20, paling tidak ada sekitar 85 Kepala Pemerintahan tumbang dengan berbagai cara.

Diidentifilkasi, sekurangnya sembilan jalan kematian tragis para pemimpin negara tersebut, diantaranya, karena Revolusi Sosial.

Benito Mussolini berkuasa lewat titah Raja Italia, Vittorio Emanuele III, untuk membentuk  Republik Sosialis Italia, pada 1943, adalah contoh gamblang seorang Penguasa yang hidupnya berakhir tragis di ujung revolusi.


Mayatnya digantung terbalik dan dipertontonkan kepada publik di pompa bensin di Piazza Loreto, Milan. Sebelum digantung, mayatnya ditembaki berkali-kali, diludahi, dilempari batu, dan ditendangi oleh rakyat yang marah terhadap sepak terjang Mussolini dengan partai fasisnya ketika berkuasa.

Ceausescu memerintah Rumania selama 24 tahun, antara 1967 hingga 1989. Di era kepemimpinannya, ia membentuk polisi rahasia yang begitu kejam.

Ceausescu dikenal sebagai pemimpin kejam, bertangan besi, dan represif terhadap kaum oposisi. Dia dan keluarganya hidup mewah di tengah-tengah rakyatnya yang menderita.

Kejatuhan Ceausescu dipicu oleh peristiwa 16 Desember 1989. Saat itu pasukan Ceausescu menembaki para demonstran yang menuntut reformasi di Kota Timosoara. Ratusan demonstran dan penduduk sipil tewas dalam peristiwa itu. Pembunuhan tersebut memicu protes secara nasional.

Polisi pun kembali menembaki para demonstran di Bucharest. Namun, keadaan berbalik. Tentara malah menyerang polisi dan pemberontakan rakyat sipil bersenjata pun dimulai hingga tak terbendung. Revolusi pun berkobar.

Pada puncak revolusi, CeauÅŸescu dan istrinya kabur dari ibukota ke kediamannya di Snagov..  CeauÅŸescu akhirnya ditangkap polisi, kemudian diserahkan kepada tentara.

Hari Natal, 25 Desember 1989, CeauÅŸescu dan istrinya diadili dan dijatuhi hukuman mati dengan tuduhan berlapis, mulai dari memperkaya diri secara ilegal hingga pembunuhan. Dia dieksekusi bersama isterinya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya