Berita

Politik

Sutan Bhatoegana: Kami Tak Kerepotan

SENIN, 04 MARET 2013 | 18:35 WIB | LAPORAN:

. Partai Demokrat tak bakal kerepotan mengatasi persoalan batas waktu penyerahan Daftar Caleg Sementara (DCS)  pada 9-15 April 2013 pasca posisi ketua umum ditinggalkan oleh Anas Urbaningrum.

Demikian dikatakan Ketua DPP partai Demokrat, Sutan Bhatoegana Siregar kapada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/3).

Salah satu pendiri partai bintang mercy itu justru menuding pihak luar yang  meributkan kalau partai besutan SBY itu bakal kesulitan mengatasi persoalan itu.


"Ada 1001 jalan menuju Roma kata orang. Kita pun demikian memiliki banyak cara mengatasi permasalahan ini. Jadi tidak perlu ada yang dikuatirkan. Yang ribut itu kan hanya pihak di luar Partai Demokrat, kami sendiri tidak ribut dan tetap solid. Jadi tidak ada kerepotan dengan mundurnya Anas untuk menandatangani persyaratan ke KPU," ujar Sutan.

Dalam UU KPU menurut Sutan jelas tertulis bahwa yang menandatangai DCS adalah ketua umum dan sekjen serta sebutannya. Partai Demokrat tidak mau terkungkung dengan masalah itu dan proses pencaringan tetap masih dijalankan seperti biasa.

"Jadi jika ketua umum mundur maka penggantinya apapun sebutannya bisa menjalankan tugas sebagai ketua umum.Jadi apapun sebutannya yang penting itu diakui oleh Kementerian Hukum dan HAM," ujar Ketua Komisi VII DPR itu.

Dia juga dengan tegas mengatakan bahwa pengunduran diri Anas dari ketua umum yang tidak disertai dengan surat pengunduran diri dan hanya diumumkan lisan kepada publik sudah cukup bagi partainya mengakui bahwa jabatan ketua umum telah kosong saat ini.

Dengan kondisi ini maka permasalahan yang pernah menimpa PKB dimana antara Almarhum Abdurahman Wahid yang menjadi ketua dewan syuro PKB dan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar tidak akan terjadi di Partai Demokrat.

"Kalau PKB dulu kan antara Gus Dur dan Muhaimin rebutan partai. Nah Partai Demokrat tidak demikian, tidak ada rebutan partai, semua sepakat dan tidak ada rebutan ketua umum.Kalau ada dua kubu di partai Demokrat baru itu repot," demikian Sutan.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya