Berita

paus benediktus xvi

Dunia

Diharapkan, Paus Baru Tidak Terlalu Tua

SENIN, 04 MARET 2013 | 10:04 WIB

Sebanyak 115 kardinal yang mengikuti Konklaf (sidang memilih Paus baru) pertengahan Maret ini, diyakini bakal menunjuk pemimpin Katolik baru yang tepat untuk menggantikan peran Paus Benediktus XVI yang resmi mengundurkan diri Kamis lalu (28/2).

"Para Kardinal peserta Konklaf pasti memilih orang yang tepat. Harap jangan terlalu tua agar bisa maksimal. Memang ada banyak Kardinal yang bagus, tapi memutuskan yang tepat itu menjadi sebuah pertimbangan tersendiri," kata  Pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Timika, Papua, Mgr John Philip Saklil Pr, Senin (4/2).

Salah satu Kardinal yang nantinya terpilih menjadi Paus, mengemban misi menyelamatkan gereja dan ajaran-ajarannya, menyelamatkan gereja dengan misi perutusannya dan menyelamatkan gereja dengan segala dogma-dogmanya.


Menurut dia, meski saat ini banyak Kardinal yang berkapasitas bagus dari luar Eropa, tapi keputusan Vatikan tetaplah misterius. Dan biasanya, latar belakang seorang Kardinal sangat menentukan apakah yang bersangkutan bisa dipilih atau tidak menjadi Paus.

"Latar belakang gereja sangat menentukan, dia dari mana dan apa yang dia buat di sana," tutur Uskup Saklil.

Menurut dia, sosok Sri Paus mendatang harus orang yang bijaksana untuk menyelamatkan gereja dari semua tantangan di tengah komunitas dunia yang heterogen dan menghadapi arus perubahan zaman.

Menjadi seorang Paus, demikian Uskup Saklil, tidak ditentukan karena yang bersangkutan berasal dari daerah mayoritas Katolik atau karena berasal dari luar Eropa.

Kandidat Paus, lanjut dia, dipilih dari para Kardinal yang memiliki visi, pengaruh dan pengalaman hidup yang bisa menjalankan tugas gerejawi.

Uskup Saklil memperkirakan sidang Konklaf kali ini akan berjalan lebih fleksibel mengingat Paus Benediktus XVI cukup banyak memberi kesempatan luas bagi orang di luar Italia menduduki jabatan penting di Vatikan, terutama dari benua Afrika, Asia dan Amerika.

"Saya punya prediksi Paus terpilih nanti berasal dari benua Amerika. Tapi kita tidak tahu," ungkapnya, sembari menambahkan bahwa figur Paus akan diselidiki secara rinci riwayat hidupnya, pengalamannya, tulisan, buku-buku dan ajaran-ajarannya. [ant/ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya