Berita

Politik

Istana Acungi Jempol Optimisme Prabowo

JUMAT, 01 MARET 2013 | 21:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Istana memuji Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto. Mantan Panglima Kostrad itu menyatakan optimistis Presiden SBY akan memimpin Indonesia dengan sangat baik, bijaksana dan mampu menyelesaikan tugas kenegaraan dengan sebaik-baiknya.

Apa yang dilakukan SBY adalah untuk memajukan bangsa Indonesia.

"Pak Prabowo memahami tantangan dan kompleksitas permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia. Disamping harus bekerja sangat keras, kita juga harus sungguh bersatu, tidak saling menjatuhkan,"  ujar Staf Khusus Presiden bidang Pembangunan Daerah, Velix Wanggai, meneruskan pernyataan Presiden SBY dalam pesan elektroniknya yang diterima redaksi, Jumat (1/3).


Di sela-sela kampanye terbuka calon Gubenur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu-Soekirman, di Medan, kemarin, Prabowo mengatakan di bawah kepemimpinan SBY, rakyat Indonesia masih mengharapkan perubahan. Karenanya semua pihak harus fokus membangun bangsa Indonesia yang saat ini mengalami degradasi politik. Mantan Komandan Kopassus itu optimistis Indonesia bisa terus berubah hingga 2014 mendatang jika semua elemen bersatu dan tidak terpecah seperti saat ini.

Menanggapi itu Presiden SBY menyatakan Jenderal Prabowo Subianto adalah sahabatnya. Saat bertugas di TNI, dia dan Prabowo memiliki cita-cita, semangat, dan kiprah yang sama, yaitu ingin membangun tentara yang maju, profesional, dan modern. "Kami sama-sama mengemban tugas di medan-medan pertempuran. Bukan hanya sekali dua kali. Bukan hanya setahun dua tahun. Untuk negara yang kita cintai," kata SBY.

Kuatnya optimisme yang dimiliki Probowo, kata Velix, jadi modal bangsa untuk terus maju, menatap masa depan lebih baik.

"Pak Prabowo memiliki optimisme yang kuat bahwa bangsa ini Insya Allah akan terus bergerak maju sebagaimana keyakinan dan optimisme yang saya miliki," demikian Velix. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya