Berita

ilustrasi

Redam Pengunjuk Rasa, Bahrain Larang Impor Topeng "V for Vendetta"

KAMIS, 28 FEBRUARI 2013 | 15:16 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

Pemerintah Bahrain melarang impor topeng yang ada di film "V for Vendetta." Topeng yang merupakan lambang protes itu digunakan demonstran meminta reformasi demokratis dan Perdana Menteri Bahrain, Sheikh Khalifa bin Salman al-Khalifa diturunkan.

Demikian disampaikan Menteri Industri dan Perdagangan Bahrain, Hassan Fakhro seperti dilansir TIME, Kamis (28/2).

Seperti diketahui, di Bahrain telah terjadi demonstrasi harian menyusul protes masal pada 14 Februari lalu. Para demonstran terus meminta hak bagi kaum Syiah di negara yang memang mayoritas Syiah itu. Meski pemerintah menyangkal pihaknya melakukan diskriminasi terhadap kaum Syiah.


"Mayoritas warga Bahrain hanya ingin hidup dengan kehormatan dan kebebasan. Mereka tidak percaya jika keluarga kerajaan ingin memberikan itu kepada warganya," ujar Ala'a Shehabi, pendiri Bahrain Watch.

Pelarangan topeng "V for Vendetta" itu adalah usaha terakhir pemerintah Bahrain untuk meredam demam pro-demokrasi yang menyebar ke seluruh penjuru negeri. Kementerian Dalam Negeri Bahrain telah memerintahkan daerah perbatasan dan pelabuhan untuk mencegah impor topeng itu.

Pelarangan nasional atas topeng itu berarti para demonstran itu tidak lagi bisa menyembunyikan identitas mereka dibalik topeng itu. Topeng itu menjadi populer melalui film V for Vendetta yang terinspirasi dari novel David Lloyd. Bahrain menjadi negara kedua di daerah Teluk yang melarang penggunaan topeng itu setelah sebelumnya Uni Emirat Arab yang telah lebih dulu melarangnya pada November 2012.[zul]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya