Berita

ilustrasi/ist

IMI Kembali Bikin Film Semi Scientific

SELASA, 26 FEBRUARI 2013 | 09:18 WIB | LAPORAN:

. Setelah berhasil membuat film semi secientific di Pulau Marore, Indonesia Maritime Institute (IMI) kembali mengunjungi dan meriset pulau-pulau kecil terdepan NKRI. Kali ini akan dilaksanakan di 10 pulau, dan riset ini guna melanjutkan pembuatan film.

Sebelumnya IMI juga telah membuat film semi scientific Jurnal dari Pulau Terluar episode Pulau Marore yang telah di-launching oleh Menteri Kelautan dan Perikanan pada 6 Oktober 2012 lalu. Dan riset kali ini bertujuan untuk mengkaji dan mendokumentasikan kondisi eksisting pulau kecil terluar.

"Output yang akan dihasilkan berupa laporan dan film semi scientific Jurnal dari Pulau Terluar yang merupakan lanjutan dari rangkaian kegiatan IMI Goes to Small Island. Hasil ini diharapkan bisa jadi rekomendasi kepada pemerintah dan pihak terkait untuk melakukan pengelolaan pulau terluar menjadi beranda depan NKRI," kata Direktur Eksekutif IMI, DR Y Paonganan, beberapa saat lalu (Selasa, 26/2).


Selain itu, IMI juga berharap agar film tersebut nantinya bisa menyadarkan masyarakat Indonesia bahwa ada pulau kecil terdepan yang memiliki peran strategis dalam wilayah NKRI. Sebagai catatan, jumlah pulau terdepan Indonesia sebanyak 92 pulau, 32 pulau diantaranya berpenduduk.

"Tentu perlu perhatian serius dari pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Kali ini IMI, lanjut Paonganan, akan melakukan kegiatan ini di 10 pulau terluar yang berpenduduk yaitu Pulau Nusakambangan (Cilacap), Pulau Pelampong, Pulau Nipa (Kepri) dan Subi Kecil di perairan Natuna. Selanjutnya Pulau Sebatik dan Pulau Maratua di perbatasan Indonesia Malaysia, Pulau Miangas, Pulau Kawio dan Pulau Makalehi di Sulawesi Utara serta Pulau Alor di NTT. Program ini merupakan kerjasama IMI dengan Ditjen KP3K-KKP dan didukung juga oleh TNI AL dan LEN.

"Saat ini tim IMI dan KP3K-KKP sedang berada di Pulau Nusakambangan sebagai titik awal dari kegiatan ini," tandasnya. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya