. Keris adalah senjata tikam golongan belati, berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya dengan banyak fungsi budaya yang dikenal di kawasan Nusantara bagian barat dan tengah. Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya karena tidak simetris di bagian pangkal yang melebar, seringkali bilahnya berkelok-kelok, dan banyak di antaranya memiliki pamor, yaitu terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah.
Keris purba telah digunakan antara abad ke-9 dan 14. Selain digunakan sebagai senjata, keris juga sering dianggap memiliki kekuatan supranatural.
Keris terbagi menjadi tiga bagian yaitu mata, hulu, dan sarung. Beberapa jenis keris memiliki mata pedang yang berkelok-kelok. Senjata ini sering disebut-sebut dalam berbagai legenda tradisional, seperti keris Mpu Gandring dalam legenda Ken Arok dan Ken Dedes.
Keris sendiri sebenarnya adalah senjata khas yang digunakan oleh daerah-daerah yang memiliki rumpun Melayu atau bangsa Melayu.Pada saat ini, keberadaan keris sangat umum dikenal di daerah Indonesia terutama di daerah pulau Jawa.
"Mungkin sulit bagi kita membayangkan bagaimana mengumpulkan ratusan bilah keris dengan berbagai bentuk dari berbagai daerah di suatu tempat di luar wilayah Republik Indonesia. Namun Museum Seni Ketimuran, Moskow sukses membawa seratusan koleksi keris dan berbagai jenis senjata tradisional Indonesia lainnya untuk dipamerkan kepada masyarakat Rusia," ujar Sekretaris III Pensosbud KBRI di Moskow, Pratomo AN kepada Rakyat Merdeka Online Kamis malam, (21/2).
Pameran keris dan senjata-senjata tradisional Indonesia tersebut dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Museum, A.V. Sedov bersama Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, Djauhari Oratmangun pada hari Selasa malam yang lalu (19/2). Selain itu juga hadir Wakil Direktur Museum Asia Pasifik Warsawa, Joanna Wasilewska.
"Koleksi senjata yang dipajang dalam pameran bertajuk Senjata Magis dari Surga tersebut merupakan koleksi Museum Asia Pasifik Warsawa, Polandia," jelas Pratomo.
Ada sekitar 100an keris dalam berbagai ukuran dari berbagai daerah di Indonesia antara lain keris Jawa, Bali dan Madura. Hampir seluruh koleksi keris tersebut merupakan koleksi pribadi Direktur Museum Asia Pasifik Warsawa, Andrzej Nusantara Wawryzniak yang juga sangat memahami adanya unsur mistis dalam sebuah keris.
Selain itu juga ditampilkan puluhan senjata tradisional Nusantara lainnya seperti tombak, panah, pisau, golok, mandau, rencong dan kapak dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, Aceh, Kalimantan, Flores, Sumbawa, dan Papua yang dipajang dalam lemari kaca yang memenuhi empat ruangan di Museum Seni Ketimuran.
[ysa]