Berita

Politik

PRAHARA DEMOKRAT

Lucu Kalau Kita Punya Presiden Berasal dari Partai Sempalan

SABTU, 16 FEBRUARI 2013 | 18:21 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Upaya melengserkan Anas Urbaningrum lewat Rapimnas Partai Demokrat akan menampar wajah Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal itu dikatakan mantan politisi Partai Demokrat, Zaenal Maarif, kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu petang (16/2).

"Kalau dijadikan ajang pelengseran Anas maka Partai Demokrat akan terpecah, legitimasi masih di tangan Anas Urbaningrum," kata bekas Wakil Ketua DPR itu.


Jika hal itu dipaksakan, Demokrat versi SBY menurut UU Parpol akan disebut sebagai "partai sempalan", yaitu partai yang lahir dari perpecahan dengan induk partai.

"Demokrat akan menjadi dua, sah dan ilegal. Demokrat versi SBY yang tidak sah atau ilegal alias sempalan," ucap pendiri Partai Bintang Reformasi ini.

Lewat delapan butir solusi yang dibacakan SBY sendiri (Jumat, 8/2), SBY sempat berharap sekaligus memberi sinyal kepada KPK untuk menetapkan Anas Urbaningrum sebagai tersangka korupsi sebelum Rapimnas digelar 17 Februari (besok).

Butir ketujuh solusi itu berbunyi: "Sementara langkah penyelamatan diambil Ketua Majelis Tinggi, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum diberi kesempatan untuk memfokuskan diri menghadapi masalah dugaan hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi. Partai Demokrat siap memberi bantuan hukum kepada Anas".

"Mengharapkan KPK segera tangkap Anas dalam 10 hari ke depan seperti meraup angin. Lalu, kalau memaksakan Rapimnas melengserkan Anas, akan terjadi sesuatu yang lucu, Presiden kita berasal dari partai sempalan," katanya.

"Kalau itu sampai terjadi maka skor 2-0 untuk Anas, rakyat akan tertawa," pungkasnya.  [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Arah Pergerakan Ekonomi Nasional dalam Papan Catur Oligarki

Minggu, 06 September 2026 | 05:51

Breaking News: Bandara Soeta Ditutup!

Minggu, 06 September 2026 | 05:16

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Terdeteksi Hingga Sumbar

Minggu, 06 September 2026 | 04:52

Menerima Dubes AS untuk ASEAN

Minggu, 06 September 2026 | 04:22

KKP Gelar Inspeksi Kapal Perikanan Demi Lindungi ABK Sesuai Konvensi ILO 188

Minggu, 06 September 2026 | 03:53

Ketika Rasa Sakit Direduksi Angka

Minggu, 06 September 2026 | 03:23

TelkomProperty Pastikan Optimalisasi Aset dan Memenuhi Prinsip Value Creation

Minggu, 06 September 2026 | 02:50

Jangan Ulangi Kesalahan Revolusi Biru

Minggu, 06 September 2026 | 02:21

Tidak Cukup Hanya Pakai Masker, Ini Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 01:59

Photex Navy Force SGS 2026 Tampilkan Formasi Laut di Perairan Banten

Minggu, 06 September 2026 | 01:46

Selengkapnya