Berita

ilustrasi gerakan asteroid 2012 da14

BENCANA DARI ANGKASA

Andi Arief Sudah Bentuk Tim Khusus Pantau Gerakan Asteroid 2012 DA14

SABTU, 16 FEBRUARI 2013 | 09:00 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana bergerak cepat. Sehari setelah sebuah meteor memasuki atmosfir bumi dan menghantam kawasan Chelyabinskaya, Ural, Federasi Rusia, Staf Khusus Presiden Andi Arief mengumumkan pihaknya semakin intensif meneliti gerakan salah satu meteor yang saat ini diperkirakan sedang bergerak mendekati orbit bumi.

Dalam keterangannya pagi ini (Sabtu, 16/2) Andi Arief mengatakan bahwa kantor yang dipimpinnya telah membentuk tim khusus untuk memantau potensi tubrukan asteroid 2012 DA14 dengan bumi. Pihaknya juga telah menjalin kerjasama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) juga dengan badan antariksa Amerika Serikat, National Aeronautics and Space Administration (NASA).

"Dalam catatan sejarah, asteroid pernah musnahkan spesies. Kalau hal itu pernah terjadi, mengapa kita tidak mulai mengantisipasi untuk pengurangan resiko bencana akibat tumbukan asteroid?" ujar Andi Arief.


Tim kecil yang dibetuk Andi Arief itu terdiri dari DR Didit Ontowirjo, Ir Iwan Sumule dan Ir Anwar Sadat.

"Kalau tidak memulai melihat ini sebagai ancaman, suatu saat kita bisa kcolongan," ujarnya lagi.

Tim khusus itu telah berkordinasi dengan Lapan dan NASA sekitar dua minggu lalu difasilitasi International Criminal Investigative Training Assistance Program (ICITAP), Kementerian Hukum AS. [guh]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya