Berita

PT Pos Indonesia (Persero)

Bisnis

Batal IPO, PT Pos Revisi Belanja Modal

Ngarep Dana Penyertaan Modal
SELASA, 29 JANUARI 2013 | 08:53 WIB

RMOL. PT Pos Indonesia (Persero) akan merevisi anggaran dana belanja modal (capex) menyusul tidak disetujuinya penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) oleh pemerintah.

Pos Indonesia diketahui sudah menganggarkan capex Rp 873,365 miliar. Dana tersebut rencananya untuk investasi anak perusahaan Rp 580 miliar, investasi properti Rp 10,5 miliar serta alokasi untuk aset tetap Rp 235,687 miliar.

“IPO tidak jadi sehingga kami merevisi ulang belanja modal. Nanti akan dirapatkan kembali dengan pemegang saham (Kementerian BUMN),” ujar Direktur Utama Pos Indonesia I Ketut Mardjana.
Karena itu, BUMN logistik ini meminta suntikan dana melalui penyertaan modal negara (PMN) kepada pemerintah. Menurutnya, PMN tersebut untuk mengembangkan logistik serta lini bisnis perseroan.

Karena itu, BUMN logistik ini meminta suntikan dana melalui penyertaan modal negara (PMN) kepada pemerintah. Menurutnya, PMN tersebut untuk mengembangkan logistik serta lini bisnis perseroan.

Ketut mengaku saat ini Pos Indonesia memiliki enam lini bisnis, yakni Pos Kurir Indonesia, Pos Logistik Indonesia, Pos Jasa Keuangan Indonesia, Pos Ritel Indonesia, Pos Property Indonesia dan Pos Bhakti Wasantara.

Menurut dia, produk andalan Pos Indonesia ke depan berupa surat pos, paket pos dan jasa keuangan. Perseroan juga berencana membangun 300-400 Pos Shop di seluruh Indonesia. Untuk itu, Pos Indonesia akan bekerja sama dengan Indomart dan 7 Eleven.

Selain itu, untuk mengembangkan Pos Property Indonesia, perseroan mulai memanfaatkan lahan yang berada di lapangan banteng, Jakarta Pusat untuk dibangun hotel. Bahkan, perseroan tengah mengincar perusahaan logistik yang sudah memiliki jaringan ke beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura.

“Sebelum merealisasikan rencana tersebut, kami akan mencari konsultan yang punya jaringan ke luar negeri untuk mengetahui kekuatan perusahaan yang sedang kami incar,” tuturnya.

Untuk mengakuisisi perusahaan logistik tersebut, Pos Indonesia membutuhkan dana Rp 350 miliar. Dana itu dapat diperoleh dari hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) yang rencananya dilaksanakan tahun ini.

“Karena pemerintah sudah memutuskan IPO Pos Indonesia tidak dapat dilakukan tahun ini, kami berharap pemerintah dapat memberikan penyertaan modal,” ungkap Ketut. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya