Berita

François Hollande/ist

Dunia

KRISIS MALI

Resmi, Konna Masih Dikuasai Pemberontak

RABU, 16 JANUARI 2013 | 08:47 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Pasukan Mali yang didukung Prancis tengah mempersiapkan serangan besar-besaran untuk merebut Konna yang masih diduduki pasukan pemberontak. Informasi ini meluruskan kabar sebelumnya yang mengatakan kota itu telah berhasil direbut kembali.

BBC melaporkan bahwa pasukan Prancis yang terlibat dalam upaya melumpuhkan kelompok Islam garis keras yang diduga memiliki kaitan dengan Al Qaida memulai serangan merebut Konna sehari setelah pasukan pemberontak merebut kota itu hari Kamis pekan lalu. Kini Prancis dan Mali tengah memperluas serangan ke wilayah selatan.

Juga dilaporkan bahwa Senin kemarin (14/1) giliran Diabaly yang jatuh ke tangan pemberontak.

Bulan Maret dan April tahun lalu kelompok Islamis dan pemberontak sekuler suku Tuareg memulai serangan ke sejumlah titik di utara negeri Afrika Barat itu.

Menteri Pertahanan Prancis, Jean-Yves Le Drian, mengakui kualitas pasukan pemberontak yang menurutnya memiliki persenjataan dan terlatih.

Operasi militer yang dilakukan pasukan Prancis dan Mali serta bombardemen pesawat-pesawat tempur Prancis sejak akhir pekan lalu, kata Le Drian lebih lanjut, menghentikan gerakan kelompok pemberontak merebut Bamako. Namun sejauh ini, kelompok pemberontak belum berhasil menguasai Mopti.

Dilaporkan bahwa sekitar 100 pemberontak tewas dalam gelombang serangan tersebut.

Hari Sabtu lalu, pemerintah Mali mengatakan telah berhasil merebut Konna. Namun informasi ini diluruskan Le Drian yang berbicara di Prancis. Le Drian menegaskan bahwa Konna masih dikuasai pemberontak.

Selain menggunakan pendekatan militer untuk melumpuhkan pemberontak Islamis dan Tuareg, pemerintah Prancis dan Mali juga menjalin komunikasi yang intens dengan para pemimpin negara-negara di kawasan itu.

Hari Senin lalu, misalnya, Presiden Prancis François Hollande menyempatkan diri berbicara lewat telepon dengan Raja Muhammad VI dari Maroko untuk membahas krisis di Mali yang berada di selatan Maroko.

Kehadiran organisasi yang memiliki kaitan dengan Al Qaida menjadi ancaman di kawasan Sahel dalam beberapa tahun belakangan ini. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa kelompok Al Qaida yang beroperasi di kawasan itu menggunakan berbagai kelompok sempalan dan pemberontak untuk merebut kota-kota kunci.

Kelompok yang berafiliasi dengan Al Qaida ini diduga dapat bergerak dengan bebas di kawasan Sahel karena kawasan itu memang terpencil dan relatif sangat luas. Salah satu kelompok yang selama ini diduga kuat memiliki afiliasi dengan Al Qaida di Afrika Utara adalah Polisario, kelompok pemberontak yang ditampung Aljazair di kamp Tindouf, dekat perbatasan dengan Maroko. [guh]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya