Berita

hatta rajasa/ist

Inilah Kronologi Bentrokan di Depan Kantor Hatta Rajasa

JUMAT, 04 JANUARI 2013 | 09:28 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Kegaduhan sempat terjadi di depan Kantor Menteri Kordinator Perekonomian Hatta Rajasa, di kawasan Lapangan Banteng, kemarin siang (Kamis, 3/1).

Berita sejumlah media massa menyebutkan bahwa salah seorang Staf Khusus Menko Perekonomian, Abdullah Rasyid, menyewa sejumlah preman untuk menghadapi sekelompok mahasiswa yang melakukan demonstrasi di depan kantor itu.

Polisi menangkap lima orang diantaranya (bukan empat seperti diberitakan tadi malam) dan menahan mereka di Polres Jakarta Pusat. Mereka dikenakan pasal 212 KUHP karena dianggap menghalang-halangi pekerjaan aparat penegak hukum.

"Dari dalam pagar, orang-orang berbaju hitam itu ingin menghentikan pendemo yang berorasi," begitu kata Kapolsek Sawah Besar, Kompol JR Sitinjak, seperti diberitakan media massa.

"Kami katakan negara ini bukan negara preman, tetapi mereka (para preman) melepaskan bajunya dan mengancam para polisi," kata JR Sitinjak lagi.

Bahkan ada berita yang mengatakan bahwa kelompok orang yang diduga preman itu memukuli mahasiswa yang berdemonstrasi.

Dari pembicaraan dengan sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian, Rakyat Merdeka Online menemukan informasi yang berbeda. Kelompok pemuda yang disebut preman itu bukan preman sama sekali. Mereka bahkan tidak mengenakan seragam hitam.

Mereka adalah anggota Generasi Muda Nasional (GMN) dan Penegak Amanat Reformasi Rakyat (Parra), dua organisasi sayap Partai Amanat Nasional (PAN) yang sedang berkunjung ke kantor Menko Perekonomian. Kehadiran mereka juga tercatat di buku tamu yang ada di lantai lobi kantor Menko Perekonomian.

Mereka berada di kantor Hatta Rajasa beberapa jam sebelum mahasiswa menggelar demonstrasi.

Saat hendak meninggalkan kantor Hatta Rajasa sekitar pukul 14.00 WIB, mereka bertemu dengan kelompok mahasiswa yang sedang menggelar demonstrasi di luar pagar depan kantor Menko Perekonomian.

Salah seorang dari tamu kantor Menko Perekonomian itu, Mansur, mengenali salah seorang demonstran yang bernama Azis.

Mansur pun berjalan mendekati Azis sambil memanggil-manggil nama Azis yang sedang berdemonstrasi.

Namun sejumlah polisi yang berjaga-jaga di sekitar lokasi menahan Mansur dan memegang kedua tangannya hingga terpelintir ke belakang. Karena kesakitan, Mansur berontak dan berusaha melepaskan diri. Setelah lolos ia balik kanan dan memprotes tindakan polisi. Karena emosi Mansur sempat mengajak polisi untuk berkelahi satu per satu.

Saat ketegangan antara Mansur dengan polisi terjadi, kelompok mahasiswa yang menggelar demonstrasi pun membubarkan diri.

Di tengah ketegangan, Staf Khusus Menko Perekonomian, Abdullah Rasyid, datang melerai dan meminta pengertian polisi agar tidak memperpanjang kesalahpahaman itu.

Abdullah Rasyid membawa Mansur dan kawan-kawannya kembali ke dalam halaman kantor Menko dan meminta agar pintu pagar kantor itu ditutup dan digembok.

Tak lama kemudian, terdengar suara pagar kantor Menko Perekonomian didobrak dan ditendang-tendang oleh polisi yang mengatakan hendak mencari dan menangkap preman. Saksi mata menyebutkan bahwa polisi akhirnya berhasil menerobos pintu pagar dan merengsek masuk hingga ke tangga di depan pintu utama kantor Menko Perekonomian.

Salah seorang dari polisi lalu mendatangi Mansur yang sedang duduk di anak tangga dan menarik paksa baju kotak-kotak yang dikenakan Mansur hingga tubuh bagian atasnya telanjang. Sementara yang lain berlarian ke segala macam arah untuk menyelamatkan diri.

Polisi berhasil menangkap lima orang dan membawa mereka ke Markas Polres Jakarta Pusat di Jalan Kramat Raya. Kelima orang itu adalah Mansur, Jamal, Rahman, Chairul Anwar, dan Ihsan Jauhari.

Dua orang terakhir, Chairul Anwar dan Ihsan Jauhari adalah staf di kantor Menko Perekonomian. Keduanya baru selesai shalat ketika itu. Saat mendengar ada keributan di depan pintu utama, mereka turun untuk melihat kejadian.

Hinga tadi malam semua orang yang ditangkap itu masih berada di Mapolres Jakarta Pusat.

Kapolres Jakarta Pusat Kombes A.R. Yoyol hingga berita ini diturunkan tidak dapat dihubungi.

Informasi lain yang diperoleh mengatakan bahwa kasus ini sudah diserahkan ke Polda Metro Jaya. [guh]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya