Berita

andi arief/ist

Resolusi 2013: Mengubah Cara Pandang terhadap Leluhur dan Peradaban Masa Lalu

SELASA, 01 JANUARI 2013 | 11:44 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Di tahun 2013 sudah sepatutnya bangsa Indonesia mengubah cara pandang terhadap leluhur dan peradaban yang mereka bangun. Cara pandang itu harus lebih maju dari apa yang selama bertahun-tahun ini sudah terlanjur diyakini serta dijadikan pijakan berfikir dan bertindak bangsa Indonesia.

Demikian resolusi 2013 yang disampaikan Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief, dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (1/1). Andi Arief memiliki perhatian yang cukup besar pada upaya menemukan kembali jejak peradaban nusantara di masa lalu. Penelitian kebencanaan yang dilakukan kantornya beberapa tahun terakhir ini telah membawa ia dan timnya pada sebuah pertanyaan besar: bagaimana peradaban di masa lalu menangani bencana di atas the ring of fire ini.

Dalam sejumlah penelitian yang menggunakan peralatan teknologi canggih mereka menemukan struktur geologi yang tidak normal di sejumlah titik yang dekat dengan patahan yang merupakan salah satu titik pemicu bencana geologi. Salah satunya di Gunung Padang, Cianjur di Jawa Barat.

Menurut Andir Arief, leluhur bangsa Indonesia yang membangun peradaban tinggi di masa lampau pasti menginginkan pewaris peradaban mereka mampu membangun peradaban yang sejahtera seperti kesejahteraan yang mereka alami kala itu hingga bencana atau mungkin peperangan meluluhlantakkan.

Alumni Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) yang pernah menulis buku tentang teori hegemoni Antonio Gramsci mengatakan, tak mungkin leluhur bangsa Indonesia yang beradab dan memiliki pengetahuan tinggi ingin agar generasi setelah mereka hanya memiliki ilmu menjaga batu-batuan baik yang tersusun maupun yang tercecer lalu menjadikannya sekadar sebagai cagar yang dianggap sakral atau sekadar objek pariwisata.

"Rasanya tak mungkin  kita hanya diwarisi bangunan candi, batu besar berserakan, batu bata merah, bekas kanal dan berbagai artefak dari Sabang sampai Marauke, yang itu pun sebagian besar ditemukan bangsa asing," ujar Andi lagi.

Andi Arief khawatir bangsa Indonesia terjebak pada pemikiran bahwa peradaban nusantara di masa lampau adalah primitif, tidak memiliki peninggalan peradaban yang tinggu sehingga dengan demikian tidak perlu dieksplorasi jejak-jejak yang ditinggalkannya. Apalagi primitif selalu diasosiasikan sebagai hidup di dalam goa. 

"Kita yakin  kunci-kunci kesejahteraan itu ada dan sampai kini letaknya  menyebar. Batu, bangunan megah, artefak dan lainnya hanya memberi petunjuk bahwa ada  warisan kesejahteraan yang ikut terkubur," kata mantan ketua Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) ini.

Masih katanya, kesalahan terbesar selama ini adalah menyerahkan warisan leluhur hanya pada cabang ilmu tertentu yang sudah terlanjur tidak mau berdialog. Hanya multi disiplin ilmu yang akan mengetahui dimana sumber kesejahteraan itu berada.

"Saatnya hijrah dari paradigma artefak  ke paradigma kesejahteraan di balik artefak," demikian Andi Arief. [guh]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya