Berita

RADAR BANDARA SOEKARNO HATTA/IST

KNKT Temukan Penyebab Radar Bandara Soetta Terganggu

SELASA, 25 DESEMBER 2012 | 11:37 WIB

Biang keladi insiden hilangnya radar Bandara Soekarno-Hatta pada tanggal 16 Desember lalu bukan lantaran pasokan PLN buruk. Melainkan, diakibatkan kerusakan Suplai Daya Bebas Gangguan atau UPS (Uninterruptible Power Supply).

Demikian keterangan pers Ketua  Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Tatang Kurniadi di Jakarta, Senin (24/12) malam.

"Hasil investigasi awal menemukan bahwa komponen kapasitor di UPS 1 terbakar," katanya.


Menurut ensiklopedia maya Wikipedia, UPS atau Suplai Daya Bebas Gangguan merupakan adalah perangkat yang biasanya menggunakan baterai "back-up" sebagai catuan daya alternatif, untuk dapat memberikan suplai daya yang tidak terganggu untuk perangkat elektronik yang terpasang. Selain itu disebutkan, UPS merupakan sistem penyedia daya listrik yang sangat penting dan diperlukan sebagai benteng dari kegagalan daya serta kerusakan sistem dan "hardware" (perangkat keras).

UPS dipaparkan juga akan menjadi sistem yang sangat penting dan sangat diperlukan pada banyak perusahaan seperti penyedia jasa telekomunikasi, jasa informasi, dan penyedia jasa internet.

Berdasarkan hasil investigasi awal tersebut, kapasitor yang terbakar itu membuat tidak berfungsinya sakelar otomatis kepada UPS 2 yang mengakibatkan terganggunya UPS.

Hal tersebut membuat terputusnya aliran ke panel distribusi utama menara pengatur lalu lintas penerbangan dan mengakibatkan Jakarta Automated Air Traffic System tidak dapat menampilkan sejumlah data penerbangan.

Karena itu, pemanduan terhadap pesawat saat terjadinya gangguan tersebut dilaksanakan dengan prosedur kontrol nonradar seperti menunda seluruh penerbangan dari Soekarno-Hatta dan mendahulukan pesawat yang akan melakukan pendaratan dengan menambah jarak aman sesuai SOP yang berlaku.

Ketua KNKT mengemukakan, investigasi dilakukan untuk memperbaiki tingkat keselamatan penerbangan sehingga informasi kepada masyarakat dapat akurat dan transparan.

Sebelumnya, Presiden SBY meminta dilakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden hilangnya radar di Bandara Soekarno-Hatta sehingga berimbas pada 64 jadwal penerbangan, akibat terhentinya pasokan listrik dari UPS.

"Saya menganggap bahwa ini tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang biasa saja,...harus ada investigasi menyeluruh," kata Presiden Yudhoyono dalam konferensi persnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (21/12) pagi, setibanya dari melakukan kunjungan kerja ke Malaysia dan India.

Menurut Presiden, insiden tersebut tidak dapat dianggap sebagai peristiwa biasa karena bukan pertama kali terjadi dan memberikan dampak yang luar biasa. [ant/wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya