Berita

iska/ist

Ikatan Sarjana Katolik: Pemimpin Partai dan Tokoh Senior Harus Dukung Perubahan Sejarah

MINGGU, 09 DESEMBER 2012 | 18:47 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Pemimpin partai politik dan tokoh-tokoh senior diimbau untuk memahami dan mendukung perubahan yang sedang terjadi dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Dalam enam bulan yang akan datang diperkirakan akan terjadi pergeseran para pemimpin bangsa dari tokoh-tokoh senior itu ke pada tokoh-tokoh pemuda yang lebih mumpuni dan lebih siap menghadapi perubahan zaman.

Demikian salah satu butir penting dari pernyataan yang disampaikan Ketua Umum Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), Muliawan Margadana dalam Musda dan Pelantikan Korda ISKA Jogjakarta, Minggu siang (8/12).

Pernyataan Muliawan ini juga dikaitkan dengan keputusan Partai Golkar mencalonkan kader mudanya, Meli Laka Lena (36) sebagai calon wakil gubernur Nusa Tenggara Timur. ISKA memandang Melki sebagai salah seorang wakil generasi muda Indonesia yang saat ini merupakan 70 persen dari 240 juta penduduk Indonesia.


“Bangsa Roma yang merupakan guru politik dunia mengatakan rapiamus occasionem de die, atau marilah kita tangkap kesempatan itu selagi masih ada hari. Peribahasa ini untuk menjelaskan bahwa perubahan akan terjadi pada suatu hari dan kesempatan untuk berubah harus dilakukan selagi situasi dan kondisi mendukung," katanya dalam keterangan yang diterima redaksi.

"Jika kesempatan itu tidak digunakan, sejarah itu sendiri yang akan menuliskan tentang dirinya sendiri dan regenerasi akan terjadi melalui pertentangan tua-muda, senior-junior,” sambung Muliawan.

Pemimpin nasional dan lokal dari kalangan pemuda, sebutnya, akan menghadapi sejumlah tantangan penting yang pada hakekatnya berasal dari perubahan situasi dan kondisi sosial, budaya serta politik yang ditinggalkan generasi sebelumnya.

Ada empat tantangan yang dihadapi yakni primordialisme yang mengancam persatuan NKRI, pemerintahan yang bersih, kerja nyata dengan melibatkan masyarakat serta kedaulatan ekonomi.

“Seleksi para calon pemimpin akhirnya akan bermuara pada siapakah wajah baru yang memiliki integritas, komitmen, tidak terkontaminasi politik uang dan korupsi, dan sikap tegas membawa Indonesia ke tujuan semula," katanya lagi. [guh]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya