Berita

Prakoso BS

Diberikan Pengetahuan Tentang KUMKM, TKI Hongkong Optimis Pulang Kampung Jadi Wirausaha Baru

KAMIS, 06 DESEMBER 2012 | 15:15 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Deputi Menteri Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Prakoso BS, didampingi Rudy Faisal Asdep Urusan Kebijakan Pendidikan Koperasi dan Muhsin Sanusi Asdep Urusan Monitoring dan Evaluasi Diklat, mewakili Kementerian Koperasi dan UKM telah menghadiri undangan Konsul Jenderal RI Hong Kong untuk kegiatan Exit Program II Tahun 2012 Bagi TKI di Hong Kong, pada perengahan November lalu.

“Kegiatan Exit Program II Tahun 2012 Bagi TKI di Hong Kong menghasilkan beberapa hasil penting sebagai bekal TKI sekembalinya dari sana,” ujar Prakoso BS, kepada Rakyat Merdeka Online, melaporkan hasil kunjungan kerjanya ke Hongkong.

Menurut Prakoso BS, Kegiatan Exit Program II Tahun 2012 merupakan bagian dari pembinaan KJRI Hong Kong kepada seluruh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Hong Kong. Acara sendiri diselenggarakan pada tanggal 18 November 2012 bertempat di Olympic House Stadium Hong Kong yang dihadiri lebih 300 peserta TKI yang berasaI dari unsur umum, organisasi TKI dan Agency penempatan TKI di Hong Kong, acara Exit Program II Tahun 2012 dibuka secara resmi oleh Irjen Kementerian Luar Negeri RI. Bapak Sugeng Raharjo.


“Kegiatan Exit Program II diperuntukkan bagi tenaga kerja Indonesia yang telah bekerja sekurang-kurangnya 4 (empat) tahun dan berkeinginan untuk pulang ke tanah air tanpa bermaksud kembali Hong Kong sebagai TKI, adapun maksud dan tujuannya adalah untuk memberikan orientasi kepada para TKI agar  sekembalinya ke Indonesia tidak mengalami hambatan-hambatan baik dari aspek psikologis maupun sosial budaya dan dapat beradaptasi dengan lingkungannya,” katanya.

Menurut Koko, panggilan akrab Prakoso BS, jumlah TKI yang bekerja di Hong Kong sejak Tahun 1993 berjumlah 6.100 orang. Sampai saat ini per November 2012 kata dia, berjumlah 151.597 orang yang terdiri dari jenis kelamin wanita 99,99 persen dan  pria 0,01 persen, dengan daerah asal 54,4 persen  Jatim, 31,8 persen  Jateng, 8 persen  Jabar, 0,2 persen  NTB, 0,3 persen NTT, 0,1 persen  Sulut,  dam 0,1 persen  DIY.

Posisi Kementerian Koperasi dan UKM, dalam kegiatan Exit Program II, kata Koko, menyampaikan materi tentang Kebijakan dan program pengembangan  KUMKM khususnya  perkoperasian dan kewirausahaan.

Menurutnya,  gambaran secara ringkas tentang perkembangan Koperasi dan UMKM, serta peran pemerintah dalam upaya meningkatkan jumlah UKM melalui gerakan kewirausahaan nasional dimana saat ini sudah mencapai 1,56 persen , membuat pemahaman para TKI di Hongkong menjadi bertambah.

“Program penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan yang diawali dengan sosialisasi kewirausahaan, pelatihan kewirausahaan, fasilitasi permodalan dan pendampingan membuat  peserta sangat antusias bisa eksis sekembalinya dari Hongkong,” katanya.
 
Apalagi kata Koko, peserta kegiatan exit program II ini adalah para TKI yang telah dilatih oleh KJRI bekerjasama dengan Forum Peningkatan Martabat Tenaga Kerja (Penimarka), sehingga berbagai ketrampilan telah dikuasai menjadi modal untuk berwirausaha setelah kembali ke Indonesia, masalah modal bagi mereka telah bekerja cukup lama sangat memadai untuk dapat digunakan untuk memulai usaha.

Menurut  Koko, di awal tahun 2013 Para peserta kegiatan exit program II ini sebagian besar habis masa kontraknya sebagai TKI, sebagian besar berkeinginan akan kembali ke tanah air dan menjadi wirausaha tidak lagi sebagai TKI, untuk itu mereka berharap dapat mengikuti program penumbuhan dan pengembangan kewirausahaan yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

“Kedepan Kementerian Koperasi dan UKM Cq. Deputi Bidang Pengembangan SDM bekerjasama dengan KJRI setempat akan mengirimkan tenaga fasilitator kewirausahaan ke luar negeri untuk memberikan pengetahuan kewirausahaan serta motivasi dan semangat wirausaha bagi para TKI di Luar Negeri, khususnya Hong Kong,” katanya. [dzk]



 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya