Berita

Cynthiara Alona

Blitz

Cynthiara Alona, Gunakan Paspor Palsu Terancam 5 Tahun Bui

KAMIS, 06 DESEMBER 2012 | 09:47 WIB

Dituduh memiliki paspor palsu,  Cynthiara Alona jadi buron dan akan ditangkap paksa. Namun tuduhan itu dianggapnya salah alamat.

Cynthiara Alona lagi panas dingin. Pasalnya, model majalah dan artis hot ini jadi buronan pihak Imigrasi lantaran diduga memiliki paspor palsu. Sampai-sampai ia dikabarkan akan di­jemput paksa lantaran mangkir dari pemeriksaan Imigrasi. Na­mun dengan tegas, Alona me­nuding balik bahwa tuduhan ke­pemilikan paspor palsu ke­pada dirinya itu salah alamat.

“Mereka kirim surat bukan buat sa­ya. Beberapa kali, datang hari Senin (3/12), ke rumah, ini nggak bener. Saya nggak pernah keluar negeri dalam satu tahun, saya masih ada,” tuturnya.

“Surat panggilan ada bukan nama saya. Nama saya Cut Cyn­thia­ra Alona, saya orang Aceh, Agama saya Islam, itu yang ter­tulis Kristen,” tegasnya lagi.

Bintang film Hantu Binal Jembatan Semanggi dan Ku­tunggu Jandamu ini kesal kare­na nama baiknya tercemar du­gaan paspor palsu. Ia pun men­duga ka­sus itu adalah buah dari keisengan orang yang tak suka dengannya.

“Ada orang yang mau ngerjain atau apa, saya nggak pernah me­rasa. Terganggu ya jelas karena bayar pengacara nggak ada yang gratis,” jelas Alona.

Kepala Sub Bagian Humas Imigrasi Jakarta Maryoto tak mem­permasalahkan bantahan Alona. Menurutnya meski membantah, pihak Imigrasi te­tap akan melakukan penang­kapan terhadap sang artis.

“Silakan saja, dia mengata­kan tidak sama namanya atau bagai­mana. Yang pasti kita akan tetap menangkapnya,” ucap Maryoto kepada wartawan.

Maryoto menyatakan, sang ar­tis pasti akan dikenakan sanksi berupa ancaman penjara di atas lima tahun. Pihaknya da­pat mem­buktikan bahwa Alona meng­­gunakan paspor palsu.

“Di dalam Undang Undang Imig­rasi, siapapun yang meng­gunakan dokumen palsu pasti ada sanksinya. Di dalam keten­tu­an yang berlaku, kita bisa mem­buk­tikan adanya pelanggaran dalam pembuatan paspor palsu­nya. Jelas hukumannya penjara. Di atas lima tahun lah,” urainya.

Ia meminta Alona untuk se­gera menyerahkan diri, kare­na profesinya sebagai seorang pub­lic figure justru memudah­kan pihak Imigrasi menang­kapnya secara paksa.

“Lebih baik menyerahkan diri saja lah. Dia kan artis, akan me­mudahkan kita buat menang­kapnya,” warning Maryoto.

Diceritakannya, Alona me­makai paspor warga asal Sema­rang bernama Jumar. Ketika tiba di Bandara Soekarno Hatta, 17 November 2012 dan diperiksa de­ngan mesin pemeriksaan, petu­gas menemukan adanya kejang­galan. Namun, Alona berkilah karena mengaku sedang sakit sehingga tidak dapat dilakukan pemerik­saan.

“Pada saat itu, yang bersang­ku­tan bilang sakit, mohon pe­merik­saan dapat dilanjutkan kemudian. Petugas menganggap atas dasar kemanusian, maka diizinkan un­tuk meninggalkan bandara dan berjanji akan mem­berikan kete­rangan jika memang sudah se­hat,” ucap Maryoto.

Menurut Maryoto, pihaknya telah mela­ku­kan tiga kali pe­mang­gilan terhadap eks model Playboy itu. Namun, ia tak per­nah memenuhi panggilan tersebut tanpa adanya alasan yang jelas.

“Kita sudah lakukan pemang­gilan 3 kali, tanggal 6 Novem­ber, tidak hadir. Tanggal 14 No­vem­ber tidak hadir dan tang­gal 26 November juga tidak ada alasan,” terang Maryoto.

Karena tidak ada kejelasan da­ri Alona, pihak Imigrasi pernah me­ngupayakan jemput paksa namun tak berhasil dilakukan. Hingga saat ini keberadaan dari Alona belum diketahui.

“Petugas imigrasi melakukan upaya jemput paksa dengan men­datangi rumahnya di Perum Pe­resta Primavera. Tapi di tempat, yang bersangkutan tidak ada. Yang ada hanya pengacara dan kita belum berha­sil menangkap yang bersang­kutan,” tukasnya.

Kasus paspor palsu ini jelas menambah penat Alona. Belum lama dia mengaku frustrasi lanta­ran pertunangannya tak direstui pihak keluarga. Alasan­nya, dia dan pacar beda ras serta agama.   [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya