Berita

andi arief/ist

Andi Arief: Ada Kongkalikong di Balik Riset Gunung Padang

SABTU, 01 DESEMBER 2012 | 15:22 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Penelitian yang dilakukan Arkeologi Nasional (Arkenas) di kawasan situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, antara tanggal 10 hingga 23 November lalu disayangkan karena tidak menghasilkan temuan yang bernilai signifikan. Padahal tidak sedikit dana APBN yang digunakan dalam penelitian itu.

Metode penelitian yang digunakan tim Arkenas juga disayangkan karena hanya menggunakan pengamatan dan penggalian tidak lebih dari satu meter di beberapa titik di kawasan tersebut. Tim juga tidak mengguakan teknologi geofisika dan sejenisnya. Dapat disimpulkan, penelitian tersebut menduplikasi metode pada riset-riset sebelumnya.

Demikian antara lain yang disampaikan Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief menyikapi hasil penelitian yang dilakukan Arkenas di Gunung Padang.

Sebelum penelitian Arkenas ini, kantor Andi Arief telah melakukan penelitian di tempat yang sama dengan menggunakan berbagai metode dan teknologi kebumian terbaru, termasuk dengan pengeboran hingga kedalaman yang memadai. Hasil pengeboran yang mereka lakukan juga sudah diuji di berbagai laboratorium termasuk di Amerika Serikat, dan memperlihatkan bahwa ada bangunan di bawah situs megalitikum itu yang diperkirakan berusia lebih dari 10 ribu tahun.

Namun, hasil penelitian yang dilakukan oleh Tim Bencana Katastropik Purba yang dilanjutkan oleh Tim Terpadu Riset Mandiri itu tidak digunakan Arkenas. Sebaliknya, Arkenas membentuk tim baru yang bekerja dengan menggunakan metode yang berbeda, dan uang negara.

Sejak awal, sebut Andi Arief lagi, dirinya sudah mencium bau kongkalikong di balik pembentukan tim Arkenas itu.

"Saya menghormati hasil risetnya, tapi penggunaan uang riset dari dana APBN yang besar itu harus dipertanggungjawabkan ke publik karena temuan riset yang hanya beberapa hari itu berpotensi besar bisa memalukan dunia arkeologi Indonesia dan bangsa Indonesia," demikian Indonesia. [guh]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya