Berita

Sebastian Vettel

Olahraga

Vettel Hattrick Gelar

Formula Satu
SELASA, 27 NOVEMBER 2012 | 08:43 WIB

Untuk ketiga kali berturut-turut Sebastian Vettel mencatatkan diri sebagai juara dunia Formula Satu. Gelar hattrick tersebut sekaligus memecahkan rekor sebagai pebalap termuda yakni 25 tahun.

Torehan spektakuler pebalap Red Bull Racing ini diraih di Sir­kuit Interlagos, Brazil. Di laga ter­sebut, pebalap asal Jerman ini ha­nya finis di urutan keenam, se­telah menjalani balapan dengan dramatis. Sementara, podium per­tama diraih Jenson Button.

Sedangkan, pesaing Vettel da­lam perebutan juara dunia, Fer­nando Alonso harus puas di po­sisi kedua dengan selisih waktu 2,754 detik dari Button. Koleksi tambahan 20 poin dari Alonso ti­dak berarti apa-apa, karena dia ha­nya mengemas 278 poin, ter­tinggal tiga poin dari Vettel.

Alonso sebenarnya berpelu­ang menjadi juara, setelah Vettel me­ngalami insiden di lap per­tama. Namun, Vettel kemudian tampil gigih hingga finis di po­sisi ke­enam, sedangkan Alonso sendiri hanya mampu finis ke­dua. Hasil tersebut membuat Vet­tel tetap ber­ada di puncak kla­semen deng­an keunggulan tiga poin.

“Sulit menemukan kata-kata yang tepat. Saya pikir sudah ada dua orang sebelumnya yang me­lakukannya (meraih gelar juara dunia tiga kali beruntun). Jelas Anda harus berada di waktu dan tempat yang tepat untuk bisa me­raihnya,” sahut Vettel.

Vettel menyamai catatan hat­trick gelar yang sebelumnya cu­ma dipunya Michael Schuma­cher dan Juan Manuel Fangio.

Dia kini juga menjadi peme­gang rekor sebagai pebalap ter­mu­da dengan tiga titel juara du­nia tepat di usia 25 tahun dan 145 hari, mematahkan rekor sebe­lum­nya milik Ayrton Senna yang meraih gelar juara dunianya yang ketiga pada usia 31 tahun dan 212 hari.

“Kami kini berada di Sao Pau­lo, di mana Ayrton Senna dila­hir­kan dan muncul, juga menjadi tempat di mana dia dikubur dan bisa menang di sini untuk meraih gelar juara dunia yang ketiga, saya tak tahu harus berkata apa,” tegasnya.

Sementara itu, Alonso yang gagal menggapai mimpi meraih gelar juara Formula One (F1) ke­tiga kalinya tetap merasa men­da­pat banyak respek dari semua rivalnya.

“Saya puas dengan pekerjaan yang telah saya lakukan. Saya bang­ga kepada diri saya juga ke­pada tim,” ujar Alonso.

“Kami memang gagal juara ka­rena kalah tiga poin (dari Vet­tel), tapi saya pikir saya menja­lani tahun ini dengan mendapat respek penuh dari setiap pebalap. Banyak hal-hal (penting) lain yang saya dapat selain poin-po­in,” sambung pembalap berusia 31 tahun tersebut.

Alonso juga mengakui bahwa timnya sempat mengalami pe­nu­runan performa pada pertenga­han musim. Padahal, sebelum­nya dia sempat konsisten dan memuncak kla­semen. Tak hanya itu, di mu­sim ini, ia juga menjadi pemba­lap pertama yang meraih dua ke­menangan -tujuh seri awal dime­nangi oleh tujuh pembalap berbeda.

“Ini merupakan musim yang bagus dan ada 20 lomba yang ha­rus dijalani. Kami tak banyak me­lakukan kesalahan besar kare­na dalam urusan strategi dan ke­putusan-keputusan lainnya, tim telah melakukannya dengan fan­tastis,” ujar Alonso.

Sementara itu, pengamat F1, Martin Brundle menyatakan ke­menangan Vettel berbau kon­tro­versi. Vettel diduga melakukan tin­dakan ilegal pada lap ke­sem­bilan saat menyalip Kamui Ko­ba­yashi.

Beberapa pihak menilai, tin­dakan Vettel mendahului Ko­ba­yashi merupakan tindakan yang ilegal karena pada saat itu ben­dera kuning tengah dikibarkan.

Namun, setelah di­lakukan pe­merik­saan lebih lanjut, Federasi Automotif Internasional (FIA) menyatakan bahwa tindakan Vet­tel me­rupakan tindakah ile­gal.

Karena saat itu ben­dera ku­ning telah ditarik oleh stewards dan mereka me­ngeluarkan ben­dera merah-ku­ning yang artinya peringatan su­dah berakhir.

“Saya telah berbicara dengan Gary Connolly, salah satu ste­wards, dan dia telah mengon­fir­masi dengan pasti bahwa mereka mengibarkan merah-kuning,” ujar Martin Brundle.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya