Berita

Resmi, Indonesia dan Haiti Buka Hubungan Diplomatik

JUMAT, 23 NOVEMBER 2012 | 08:45 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Republik Haiti, sebuah negara di Karibia, Amerika Tengah, menjadi negara ke-183 yang menjalin hubungan diplomatik dengan Republik Indonesia.

Kedua negara pekan lalu (Selasa, 21/11) menandatangani Komunike Bersama di kantor Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York. Pihak RI diwakili Duta Besar Desra Percaya dan pihak Haiti diwakili Duta Besar Jean Wesley Cazeau.

  “Indonesia dan Haiti selama ini telah memiliki hubungan yang baik dan kerjasama yang erat dalam berbagai forum multilateral. Bahkan secara nyata Indonesia telah terlibat aktif dalam pembangunan kembali Haiti semenjak terjadinya gempa bumi pada tahun 2010,” demikian ditekankan Dubes Percaya dalam pidatonya yang disampaikan dalam Bahasa Perancis yang merupakan bahasa resmi di Haiti.

Sekretaris Pertama PTRI di New York, Elleonora Tambunan, dalam keterangannya mengatakan bahwa Indonesia selama ini terlibat aktif dalam misi PBB di Haiti,United Nations Stabilization Mission in Haiti (MINUSTAH). Sebanyak 10 anggota Polri,  167 anggota TNI serta seorang penghubung bertugas di Markas Besar MINUSTAH di Port-au-Prince.

Dalam sambutannya Dubes Desra juga mengatakan bahwa pembukaan hubungan diplomatik ini akan memperkuat pondasi bagi peningkatan hubungan bilateral kedua negara di masa depan.

Dubes Percaya juga menyampaikan keprihatinan pemerintah dan rakyat Indonesia atas bencana alam yang diakibatkan Badai Sandy di Haiti, dan mengharapkan agar kondisi di Haiti dapat segera pulih kembali.

Sementara Dubes Cazeau mengatakan pembukaan hubungan diuplomatik ini akan semakin mendorong peningkatan kerja sama bilateral, khususnya di bidang penanggulangan bencana alam dan rekonstruksi.

Pada tahun 2010 DPR RI telah menyetujui pembukaan hubungan diplomatik dengan 21 negara anggota PBB. Sebagai tindak lanjut hal tersebut, pada tahun 2011 telah dilakukan pembukaan hubungan diplomatik dengan sembilan negara, yaitu Mauritania, El Salvador, San Marino, Montenegro, Republik Dominika, Niger, Sao Tome dan Principe, Antigua dan Barbuda, serta Bhutan.

Tahun ini pemerintah Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Botswana, Tuvalu dan Haiti. [guh]

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

UPDATE

Banjir, Macet, dan Kemiskinan di Jakarta Mendesak Dituntaskan

Senin, 23 Februari 2026 | 06:07

Jokowi Memang sudah Selesai, Tapi Masih Ada Gibran dan Kaesang

Senin, 23 Februari 2026 | 05:39

Tiga Waria Positif HIV Usai Terjaring Razia di Banda Aceh

Senin, 23 Februari 2026 | 05:28

Penakluk Raksasa

Senin, 23 Februari 2026 | 05:13

Kisah Tragis Utsman bin Affan: 40 Hari Pengepungan, Satu Mushaf Berdarah

Senin, 23 Februari 2026 | 04:26

Kebangkitan PPP Dimulai dari Jabar

Senin, 23 Februari 2026 | 04:10

Prabowo Tak Beruntung terkait Tarif Trump

Senin, 23 Februari 2026 | 04:05

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Tembok Ratapan Solo Jadi Potret Wajah Kekuasaan Jokowi yang Memudar

Senin, 23 Februari 2026 | 03:27

Persib Kokoh di Puncak Klasemen Usai Tekuk Persita 1-0

Senin, 23 Februari 2026 | 03:00

Selengkapnya