Berita

Politik

BKKBN Kawal 64 Juta Remaja dari Free Sex, Drugs dan HIV/Aids

JUMAT, 23 NOVEMBER 2012 | 19:49 WIB | LAPORAN:

Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) bertekad mengawal  para remaja yang berjumlah 27,6 persen dari populasi penduduk Indonesia atau 64 juta orang agar terhindar dari seks pra nikah (free sex), narkoba (drugs)  dan HIV/Aids. Pasalnya, ketiga hal itu menjadi masalah akut yang  membayangi para remaja sehingga bisa mengganggu prediksi bonus demografi Indonesia tahun 2020-2030 dimana usia penduduk produktif lebih banyak dibanding lansia dan anak-anak.

"Prediksi yang diperhitungkan, bonus demografi  terjadi tahun 2020-2030 dimana usia penduduk produktif 14-64 tahun lebih banyak dibandingkan usia lainnya. Namun, kita tidak ingin dalam mencapai ke arah sana para remaja kita  terkendala ketiga hal, seperti  hamil di luar nikah yang mengganggu sekolahnya, terlibat obat-obatan dan HIV/Aids," kata Plt Kepala BKKBN Subagyo, MA dalam jumpa pers lomba poster nasional "No Thanks for Drugs, No Thanks for Free Sex and Say Goodbye Hiv/Aids" di Aula BKKBN, Jakarta, Jumat (23/11).

Ditambahkannya, agar mencapai bonus demografi dengan populasi remaja sehat dan baik sebagai pemimpin dan pengganti mereka yang sudah tua, BKKBN menggelar serangkaian strategi promotif diantaranya lomba poster yang diharapkan menjadi trendsetter pencegahan terhadap seks pra nikah, narkoba dan HIV/Aids.

"Kita ini melakukan hal-hal promotif, sedangkan bagi remaja yang tersandung ketiga hal tersebut, kita melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Kementrian Pendidikan Nasional, Badan Narkotika Nasional (BNN) maupun Kemenkes," terangnya.

Menurut Subagyo, untuk mencegah berbagai hal tersebut, BKKBN sudah mendirikan Pusat Informasi Keluarga di setiap Propinsi. Selain itu, ada 16 ribu  counceling keluarga dengan 400 diantaranya adalah remaja.

"Kita harapkan melalui ikon Genre (generasi berencana) para remaja bisa merencanakan kehidupannya di masa mendatang dengan baik.

"Kita juga tidak menyebarkan kontrasepsi kepada para generasi muda, tapi mereka juga mesti mengetahui masalah reproduksi," imbuhnya.

Adapun terkait dengan lomba poster, seberapa jauh nantinya memberi dampak terhadap masyarakat, Subagyo mengatakan, lomba yang sudah berjalan tiga tahun itu bisa dilihat dari evaluasi Usia Kawin Pertama (UKP) yang sejak tahun 2007 meningkat dari 19,8 tahun menjadi 21 tahun.

"Jika UKP terus meningkat tentunya ini memberikan dampak luas disamping usaha-usaha promotif lain yang dilakukan," terangnya.

Sementara itu, Sudibyo Alimoeso  (Deputi bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga) BKKBN mengungkapkan, berdasarkan laporan Kemenkes terdapat sekitar 22,9 persen remaja terjerumus tindakan seks sebelum nikah.

"Jadi masa remaja ini memang masa yang indah, tapi sangat rawan karena mereka itu dibilang anak-anak bukan, tapi juga belum mencapai tahapan dewasa," terangnya.

Terkait dengan aksi generasi berencana 2012 atau Genre action 2012, lomba poster pencegahan seks pra nikah, obat-obatan dan HIV/Aids akan diikuti 33 Propinsi, dimana masing-masing propinsi mengirimkan perwakilan yang sudah diseleksi dalam 3 kategori yaitu, umum, mahasiswa dan SMU. Peserta menerjemahkan dari 3 aksi generasi berencana dalam bentuk ide kreatif, konsep desain dan poster. "Hasil desain yang dibuat akan dinilai berdasarkan kriteria penilaian ide orisinil, kandungan konten pesan grafis dan kemasan lokal," kata Deputi Advokasi Penggerakan dan Data Informasi BKKBN Pusat Drs. Hardiyanto.

Sementara itu, sejumlah juri yang terlibat meliputi perwakilan BKKBN yaitu, Drs Yunus Patriawan Noya (Direktur Advokasi dan KIE) dan Indra Wirdahana, SH, MM. Dari Perwakilan Solidaritas istri-istri Kabinet Indonesia Bersatu, Drg Moeryono. Perwakilan praktisi desain grafis Andika Dwijatmiko (Direktur Komunikasi Ikatan Desain Grafis Indonesia) dan pakar komunikasi Wahyu aji.

"Nantinya, penyerahan piala akan diserahkan oleh Ibu Ani Yudhoyono," kata Evy Amir Syamsuddin. [dem] 


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya