Berita

Politik

Surya Paloh Jilat Ludah, Nasdem Ditinggal Pemilih

JUMAT, 23 NOVEMBER 2012 | 18:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Nasdem diterpa isu perpecahan internal. Namun buru-buru, Surya Paloh membantahnya. Ia tegaskan tak akan mengambil alih kepengurusan DPP Partai Nasdem. Keputusan bos Metro TV itu pun dinilai pengamat sudah tepat.

"Kita paham betul Surya Paloh dengan power yang dimilikinya bisa saja merebut atau mengambil alih kepengurusan partai, tapi sebaiknya itu dihindari. Jadi menurut saya, keputusan Surya Paloh itu sudah bagus dan tepat," ujar pengamat politik dari Unversitas Parahyangan, Prof. Asep Warlan Yusuf, yang dihubungi beberapa saat lalu, Jumat (23/11).

Isu Surya Paloh yang saat ini menjabat Ketua Majelis Nasional DPP Partai Nasdem akan mengambil alih kepengurusan partai sebelumnya dihembuskan oleh Ketua Majelis Pertimbangan Ormas Nasional Demokrat, Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdjianto. Menurut dia, Surya Paloh akan mengambil alih kepengurusan Partai Nasdem saat partai menggelar konvensi pada Januari 2013.

Alasan pengambil alihan adalah karena Ketua Umum Patrice Rio Capella dan dan Sekjen Ahmad Rofiq hanya diberi mandat untuk membentuk partai, sehingga tugasnya sudah berakhir.

Menurut Asep Warlan, sudah semestinya Surya Paloh memang bersikap demikian. Bila saja Surya Paloh menjadi ketua umum partai, maka hal itu justru mengecilkan posisinya.

"Posisi dia sekarang justru sudah sangat terhormat, menjadikan dirinya sekaliber Prabowo atau SBY. Sebagai Ketua Majelis Nasional DPP Partai Nasdem, selain bisa membina kader ke bawah, yang itu berarti menjadi panutan, Surya Paloh juga bisa berhadapan dengan partai lain yang kelasnya bukan setingkat ketua umum partai, tapi dengan dewan pembina," bebernya.

Dia mengingatkan, kalau saja nanti terbukti Surya Paloh melanggar penegasan yang disampaikannya, maka hal itu akan berdampak buruk bagi citra dan kelangsungan partai. Selain konflik internal di tubuh partai akan terus berlangsung dan semakin meluas, rasa simpati dan jatuh cinta rakyat yang selama ini ada terhadap partai juga akan mengendur dan beralih.

"Bahasa saya akan ada turbulensi politik, dimana pemilih menjadi tidak simpatik dengan partai Nasdem," tuturnya.

Menurut dia, bisa saja kepengurusan yang ada diberhentikan tapi dengan alasan kesalahan atau kekurangan yang mereka miliki. Bukan karena desakan dan alasan yang tidak jelas dari minoritas internal partai.

"Masa belum apa-apa sudah diganti. Kalau mau gemilang di pemilu 2014 harus solid. Perpecahan bisa membuat rakyat beralih simpati," kata Asep mengingatkan. [dem]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya