Berita

rieke diah pitaloka/ist

Nusantara

Inilah Solusi Cagub Jabar untuk Mengatasi Banjir Tahunan di Bandung

SELASA, 20 NOVEMBER 2012 | 10:55 WIB | LAPORAN:

. Bisa dipastikan, setiap musim hujan, kabupaten Bandung akan dilanda banjir tahunan. Namun demikian, meski ibarat sudah menjadi hal yang rutin, bukan berarti hal ini harus dibiarkan. Untuk mengatasi banjir ini, justru perlu penanganan luar biasa.

"Dari analisa saya selama ini, banjir yang terjadi merupakan dampak dari kerusakan lingkugan. Kondisi ini tidak terlepas dari kegagalan dalam mengelola lingkungan dan praktek pembangunan yang tidak ramah lingkungan," kata calon Gubernur Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu terkait dengan banjir Bandung (Selasa 20/11).

Rieke mengaku tahu betul kondisi Bandung, sebab kawasan inilah yang mengantarkannya menjadi wakil rakyat di Senayan. Karena itu pula, sebagai calon gubernur, Rieke menawarkan prosposal yang ia namakan Rencana Diah Pitaloka (RDP), termasuk di dalamnya persoalan lingkungan. Rencana ini merupakan hasil pengamatan langsung ke lokasi dengan menjumpai masyarakat setempat, hasil diskusi dengan Bupati Kabupaten Bandung, dan merupakan masukan dari organisasi dan lembaga masyarakat yang fokus pada lingkungan.


Menurut Rieke, yang diusung oleh PDI Perjuangan dan kalangan civil society, salah satu solusi tepat untuk mengatasi banjir ini adalah dengan membuat waduk buatan di sekitar DAS Citarum untuk menampung luapan air yang tidak tertampung. Hal ini perlu dilakukan supaya aliran air dari anak-anak sungai citarum yang mengalir deras tidak langsung mengalir ke sungai citarum, dan waduk buatan itu juga bisa mengurangi beban daya tampung sungai citarum.

Selain membuat waduk buatan, Rieke juga menawarkan solusi agar segera memperbaiki lahan-lahan kritis di sekitar hulu Sungai Citarum dan DAS Citarum. Hal lain yang juga tak kalah penting adalah membangun tata ruang yang sesuai dengan daya dukung lingkungan itu sendiri, sementara alih fungsi lahan menjadi perumahan dan industri harus ditata kembali. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya